Miriiiss… Wilayah Dapil ll Ketua Komisi lV Kab.Bogor Muad Khalim, Masih Terdapat SD Negeri Belajar Dibawah Lantai Kelas.

BOGOR | POTRETBOGOR – Sebagai Ketua Komisi lV DPRD Kabupaten Bogor Muad Khalim prihatin dan malu terhadap salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor yang melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di lantai kelas diwilayah Dapilnya sendiri.

Saat di konfirmasi di Ruangan Rapat Serbaguna DPRD Kabupaten Bogor Muad Khalim membenarkan adanya salah satu sekolah di Kecamatan jonggol siswa-siswinya belajar tanpa menggunakan Meubelair atau kursi dan meja belajar.

“Hari ini saya konfirmasi ke kepala sekolah ternyata bangkunya sudah rusak tidak bisa terpakai dan hari ini bersekolah di lantai, ini sangat memprihatinkan bagi saya dikabupaten bogor yang nota bannya tidak jauh dari ibu kota DKI, di Kabupaten Bogor masih ada ruang kelasnya tidak punya kursi artinya punya tapi sudah tidak layak pakai,”Ucap Muad Khalim Ketua Komisi lV DPRD Kabupaten Bogor Dapil ll, Kamis (24/8/2023).

Ia menyampaikan bahwa sudah mendapatkan informasi dan gambaran berbentuk foto terhadap anak murid disekolah tersebut dimana ada dua (2) rombel yang melakukan kegiatan belajar mengajar tanpa menggunakan kursi dan meja sekolah.

Saat ditanyakan apakah Pemkab Bogor Ogah untuk memprioritaskan pengadaan meubelair bagi sekolah-sekolah di daerahnya, dengan anggaran APBD ditahun 2023 yang dilontarkan oleh Dinas Pendidikan sendiri senilai 201 Miliar.

“Sebetulnya bukan ogah ya mungkin besok akan kita pertanyakan, hari besok kita akan rapat dengan Dinas Pendidikan, sewaktu itu sudah kita sampaikan juga plotting sekolah yang prioritas mana yg perlu meubelair mana yang tidak,”Imbuhnya.

Muad menjelaskan bahwa pemerintah sendiri bukan tidak memprihatinkan atau memprioritaskan, tetapi dengan banyak sekolah dasar negeri hampir 1500 di Kabupaten Bogor tidak terkontrol dengan baik.

“bukan tidak memperhatikan ya, ini karena sangat banyaknya SD Negeri di Kabupaten Bogor hampir 1500 yang perlu diperhatikan khusus oleh pemerintah daerah untuk sekolah-sekolah tersebut,”tuturnya.

Ia menuturkan bahwa dengan banyaknya Sekolah Dasar Negeri tersebut bukan disebutkan tidak diperhatikan, tetapi dengan jumlah 1500 SD Negeri Di Kabupaten Bogor tidak semuanya bisa terkontrol dengan baik.

“Harapan saya kedepannya di pendidikan ini betul-betul kebutuhan mendasar masyarakat Yang tidak boleh diabaikan baik dari pendidikan, kesehatan maupun yang lainnya, ini menyangkut kebutuhan mendasar manusia dan ini harus mendapatkan perhatian oleh pemerintahan daerah,”Pungkasnya.

You cannot copy content of this page