BEM Universitas Muhammadiyah Soroti Kasus Kemiskinan di Kabupaten Bogor

BOGOR I POTRETBOGOR.ID- Meningkatnya Angka Kemiskinan di Kabupaten Bogor dari tahun 2021 mencapai 8.13 persen dan  ditahun 2022 menurun menjadi 7.73 persen, membuat berbagai kalangan mempersoalkan hal itu. Salahsatunya BEM Universitas Muhamadiyah Bogor Raya yang menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor,  gagal dalam memimpin daerahnya. 

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Bogor Universitas Muhamadiyah Bogor Raya Panca Aditya Nugraha menjelaskan, bahwa dari tahun 2021-2022 angka kemiskinan di Kabupaten Bogor mengalami kenaikan yang sangat besar dibandingkan di tahun 2019.

Menurutnya, pada tahun 2019 Angka Kemiskinan di Kabupaten Bogor sebelum Covid-19 hanya mencapai 6,66 persen, dan melonjak naik dengan pesat di tahun 2021-2022 mencapai 7,73 persen sampai 8,13 persen.

“ini merupakan angka kemiskinan yang sangat besar bagi kami kenapa, karna ternyata masih banyak masyarakat kabupaten bogor mengalami kemiskinan,” ucap Ketua BEM Universitas Muhamadiyah Bogor Raya, Panca Aditya, Selasa (11/7/2023). 

Pqnca menegaskan,  bahwa permasalahan kemiskinan di Kabupaten Bogor sebenarnya harus dapat diatasi dan diselesaikan sehingga masyarakat mendapatkan solusi dari Pemerintah. 

“Miris sekali ketika pemerintah hari ini tidak dapat memberikan kontribusinya kepada masyarakat yang pada saat ini mengalami penurunan dalam hal pendapatan. Sehingga melonjaknya angka kemiskinan di Kabupaten Bogor, menjadi sorotan kami,” jelasnya.

Lanjut Panca menyatakan, bahwa permasalahan tersebut menjadi tamparan bagi masyarakat bahwasanya Pemerintahan Kabupaten Bogor, dinilai tidak dapat mengatasi Kemiskinan. 

“Maka dapat saya pastikan pemerintahan hari ini gagal dalam memimpin daerah nya,”tegasnya

Saya meminta kepada Pemkab Bogor, bahwa harus segera memberikan solusi atau melalui kebijakan-kebijakan yang solutif untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ini. Selain itu, persoalan ini pun bisa menjadi jawaban yang nyata dari plt bupati bogor yang sama-sama kita ketahui akan habis masa jabatannya di akhir tahun,

“Inilah momen yang sangat bagus, sehingga dapat dimaksimalkan sisa masa jabatan ini dengan memberikan dampaK yang sangat besar, serta dapat di terima oleh masyarakat kabupaten bogor,” jelasnya.

Pihaknya juga mewanti-wanti, bahwasanya jika hal ini tidak bisa diatasi, maka jangan salahkan kalangan masyarakat yang tidak mempercayai kinerja pemerintah.

“Jangan salahkan kami ketika kedepan nosudah tidak percaya lagi kepada pemerintahan yang hari ini diberikan amanah oleh rakyat,” tutupnya.(Red)

You cannot copy content of this page