Pengakuan Korban Penganiayaan Yang Sudah Tiga Bulan Laporan ke Polsek Jonggol, Kenapa Pelaku Belum Ditangkap?

JONGGOL I POTRETHUKUM  – Polsek Jonggol Polres Bogor Polda Jawa Barat dinilai lamban menangani kasus penganiayaan Inisial SM warga Dusun Ciuncal, Desa Situsari Kecamatan Cileungsi kabupaten Bogor,  Minggu 5 Maret 2023 lalu. 

Hal itu dibuktikan dengan berjalannya proses pemanggilan pertama terlapor yang sempat mangkir dari panggilan polisi.

Bahkan, proses pemanggilan terlapor oleh penyidik Polsek Jonggol dinilai janggal sudah melebihi aturan sesuai Perkapolri, Pasalnya, selama 3 bulan progres dalam kasus penganiyaan ini belum menemukan titik terang.

“Kemarin tinggal Riksa terlapor satu kali diundang tidak hadir nanti akan diundang kembali yang bersangkutan,” terang Kanit Reskrim Polsek Jonggol, Senin (26/6/2023) 

Menurutnya, terkait Surat Pemberitahuan  Perkembangan Hasil Penyelidikan SP2H  belum diberikan pada pelapor. 

” Nanti ku abdi di cek bang ka min reskrim ya (nanti saya cek ke Admin Reskim ya -red) terangnya via pesan Wattshap

Terkait pemanggilan yang kedua kepada telapor dirinya mengaku akan memberikan tembusan kepada Pelapor

“Ntar di tembusin ke pelapor, Nanti 2 kali undangan tidak hadir nanti kita tingkat kan status sidik, ” katanya lagi

Ditempat terpisah Ketua LSM Penjara Romi Sikumbang menilai bahwa  jika telapor Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan Polisi, Ini Ancaman Hukumannya. 

“Pasal 224 ayat (1) KUHP menjelaskan bahwa perbuatan ketidakhadiran seorang saksi atau panggilan polisi dikarenakan alasan yang tidak jelas dapat digolongkan sebagai suatu tindak pidana,” tegasnya 

Padahal, SM (38) alias korban sudah percaya pada polisi dan melimpahkan kasus ini ke Maposek Jonggol sejak bulan Mei 2023 lalu. Hal itu tertera dalam bukti laporan SR ke Mapolsek Jonggol

Surat Tanda Penerimaan Laporan, Nomor: STTL/B/64/III/2023/SPKT/Sek Jonggol/Res Bgr/ Polda Jabar/, yang dilayangkan pada Senin, 06 Mei 2023 lalu sekitar pukul 13.20 WIB.

“Dalam laporannya itu, SM mengaku mengalami kasus penganiayaan dan dilakukan oleh warga kecamatan Jonggol, diwilayah Kampung Jatinunggal Desa Sukasirna, sekitar Pukul, 01 00 Dini hari. Nah, sementara terlapor, yakni Inisial H seolah kebal hukum dan masih bebas berkeliaran hingga saat ini tanpa mendapatkan hukum yang jelas,” jelas Romi.

Dirinya juga menilai proses hukum di Mapolsek Jonggol begitu lelet alias lamban untuk dijalankan, meski semua bukti sudah di lampirkan dalam laporannya itu. Seharusnya, terlapor yakni H sudah bisa ditangkap dan dijebloskan kepenjara saat ini.

“Terlapor masih bebas dan malah tidak hadir dari panggilan penyidik Polsek Jonggol,” sesalnya

Sementara itu, SM selaku korban penganiayaan merasa kecewa dengan penanganan kasusnya oleh polsek Jonggol

“Sudah 3 bulan kok belum ada perkembangan laporan saya, apa kendalanya padahal para saksi sudah dipanggil,”keluhnya dengan nada kecewa

Meski memiliki rasa kecewa, pihaknya hanya bisa berharap, dengan jangka waktu yang sudah 3 bulan ini pelaku segera ditangkap dan dijebloskan dalam penjara. agar kepercayaan rakyat pada polisi tidak buruk.

“Saya harap polisi bisa profesional. Sebab, kami akan terus menanyakan kasus ini hingga terlapor mendapatkan hukuman yang setimpal,” tukasnya.

You cannot copy content of this page