JASBORA Kecam Kades di Jonggol Yang Diduga Intimidasi Wartawan

JONGGOL I POTRETHUKUM- Jurnalist dan Aktivis Bogor Raya (JASBORA) mengecam atas dugaan intimidasi dalam bentuk apapun terhadap Wartawan. Hal itu, menyusul adanya salahsatu kepala desa di wilayah Kecamatan Jonggol, yang diduga mengintimidasi wartawan belum lama ini.

Jasbora juga meminta agar Inspektorat mengaudit seluruh Desa yang ada di Kabupaten Bogor dalam melaksanakan Program Ketahanan Pangan. 

“Kami mengecam keras dugaan intimidasi kepala desa terhadap wartawan dalam bentuk apapun,” Ucap Ketua Jasbora, Romi Sikumbang, Senin (5/6/2023). 

Romi juga meminta kepada Inspektorat Kabupaten Bpgor, untuk mengudit seluruh Desa yang menjalankan program ketahanan pangan. Karena mrnurutnya terindikasi adanya dugaan penyelewengan terhadap program tersebut. 

“Kami minta inspektorat untuk mengaudit seluruh desa yang telah melaksanakan program ketahanan pangan yang dianggarkan sebesar 20 persem dari Dana Desa iru,” tegasnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantaun ihaknya menemukan banyak dugaan penyelewengan dan terkesan asal melaksanakannya, sehingga tidak maksimalnya program tersebut pada saat dilaksanakan.

“Aparat Penegak Hukum harus tegas menindak oknum dan bekingannya, karena program tersebut seakan tidak tersentuh oleh Inspektorat. Selain itu, kami juga meminta untuk menangkap oknum-oknum atau pejabat sekaligus yang membekingi pejabat setempat, sehingga program tersebut tidak tersentuh pemeriksaan Inspektorat,”jelasnya.

Lanjutnya, banyaknya dugaan penyelewengan program ketahanan pangan, sehingga berpotensi merugikan negara. Atas hal tersebut, sebagai aktivis pihaknya mengaku sangat prihatin dan menganggap perlu dilakukan audit untuk mengetahui sejauh mana program tersebut dijalankan. 

“Inspektorat harus segera mengaudit dana program ketahanan pangan di desa tersebut,” tutupnya.

Diketahui, belum lama ini salah satu Kepala Desa di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor diduga mengintimidasi wartawan . Terlihat dalam bukti screenshot chattan whatsapp yang memperlihatkan salah satu wartawan, yang mengirimkan berita tentang program ketahanan pangan belum juga direalisasikan di desa tersebut kepada kepala desa. 

“Bisa stop gak sih menjelekkan saya sampai dipasang di status. Kalau kamu pengen uang datang ke desa saja, saya tunggu,” ujar salah, satu Kepala Desa di Kecamatan Jonggol tersebut. 

Kemudian Kades tersebut terus memojokkan wartawan dan ia pun mengatakan bahwa kesalahan bukan Desanya saja, akan tetapi desa yang lain pun sama saja. 

“Setiap kamu datang saya sambut dengan baik, dan dikasih bensin. Jadi apa mau kamu, karena yang punya kesalahan bukan Desa Bendungan saja, tapi juga Desa-desa lain sama kok, tapi kamu gak viralkan,” katanya

You cannot copy content of this page