PT. Vibest Makmur Abadi Diduga Cemari Sungai, 50 KK  di Desa Selawangi Terpaksa Beli Air Bersih

TANJUNGSARI | POTRETBOGOR – Sekitar 50 Kartu Keluarga (KK) di Kampung Cieksel, RT03, RT03 di RW06, Desa Selawangi Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, terpaksa harus membeli air bersih. Pasalnya, sungai yang biasa digunakan masyarakat setempat tersebut, diduga tercemar limbah kotoran ayam milik PT. Vibest Makmur Abadi. 

Masyarakat sekitar mengetahui sungai yang tercemar tersebut pada Senin (8/5/2023) lalu, saat warga ingin menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kemudian warga curiga mencium bau kotoran ayam yang sangat menyengat tersebut, sehingga air sungai tidak bisa digunakan. 

“Sejak kejadian tersebut, ada 50 KK di desa kami terancam kekuranga air bersih, untuk kebutuhan air minum dan untuk kebutuhan sehari-hari. Shingga, kini masyarakat terpaksa harus membeli air bersih,” ujar salah satu warga sekitar, Ratno (43) yang terdampak terhadap pencemaran sungai tersebut, kepada wartawan Jumat (12/5/2023).

Dia menuturkan, dampak pencemaran sungai tersebut diduga dari kotoran ayam milik PT.Vibest Makmur Abadi. Perusahaan itu diketahui memiloki kolam-kolam untuk penampungan kotoran ayam.

“Nah,  itu  mungkin karena isi  kolamnya itu jebol hingga ahirnya ke sungai,” katanya.

Warga lainnya, Ian (30) juga menuturkan keluhan yang sama adanya dugaan pencemaran tersebut. Menurutnya, hal ini dikarenakan kolam limbah perusahaan tersebut yang terus menerus di isi limbah kotoran ayam dan akhirnya penuh lalu meluap ke sungai, sehingga air sungai yang biasa dijadikan sumur untuk kebutuhan sehari-hari menjadi tidak di manfaatkan lagi 

“Nah sungai ini udah menjadi sumur kita untuk kebutuhan mandi, minum dan lain lainnya. Terus pas tercemar kotoran ayam, ini jadi gak bisa dipakai lagi,” keluhnya.

Akibatkan tercemarnya sungai tersebut, kini masyarakat sekitar terpaksa harus membeli air bersih atau meminta ke tetangga untuk digunakan kebutuhan sehari-hari dirumah. 

“Sejak kejadian ini kita harus beli air bersih setiap harinya atau minta ke tetangga yang sumurnya masih bersih,”ungkapnya.

Kejadian ini, doakuinya sudah satu miinggu dan masyarakat sekitar mengaku kesulitan air bersih. Menirutnya, pihak perusahaan pun diduga tidak ada tanggung jawab ataupun mengganti rugi kepada masyarakat yang terdampak limbah kotoran ayam tersebut. 

“Perusahaan terkesan tidak adanya tanggungjawab,” ujarnya.

Warga berharap, pemerintah setempat dapat menindak perusahaan yang diduga melakukan pencemaran sungai tersebut, serta minta pihak desa dan kecamatan untuk menindak perusahan nakal itu.

“Harus ditindak tegas, ini agar tidak lagi mencemari sungai. Sebab, air sungai ini sangat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari,” pintanya.

Untuk diketahui, pihak perusahaan dan masyarakat yang terdampak akan mengadakan pertemuan pada hari Sabtu 13/5/2023, dengan tujuan mediasi dan tuntutan kerugian material masyarakat. Dan masyarakat tidak ingin di fasilitasi oleh pemerintah setempat, namun asyarakat hanya diminta Pemerintah Desa mengetahui saja.

Pewarta : Ran

Editor : Ab

You cannot copy content of this page