Petugas Gabungan Berantas Peredaran Obat Terlarang di Jonggol

JONGGOL I POTRETHUKUM- Menindaklanjuti aduan masyarakat atas maraknya penjualan obat- obatan terlarang jenis Tramadol dan Eximer yang ada di wilayah Kecamatan Jonggol Kabupaten Bagor, Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP kecamatan, Polsek, Koramil, Tokoh Pemuda dan Pemerintah Desa (Pemdes), ahirnya melakukan operasi yang menyisir keberadaan obat terlarang tersebut.

Sebelumnya, atas dasar laporan dari warga sekitar pada hari Rabu (10/5/2023) lalu,  Muspika Jonggol melakukan muyawarah terhadap maraknya penjualan obat-obatan terlarang yang ada  di Wilayah Kecamatan Jonggol. 

“Kita melakukan operasi terkait maraknya peredaran obat Tramadol dan Eximer di wilayah kecamatan Jonggol, untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang bahwabya  di Desa Sukasirna adalah salah satu warung yang dikabarkan menjual obat teesebut. Kemudian setelah dieriksa, ternyata benar menjual obat tersebut,” ujar Dadang Yazid, Selaku Kasi Trantib Kecamatan Jonggol, Jumat (12/5/2023). 

Dalam operasi tersebut, Satpol PP mengamankan ratusan pil jenis Tramadol dan Eximer yang siap dijual. Kemudian  barang bukti tersebut, diakuinya akan di serahkan ke pihak dinas terkait Kabupaten Bogor.

“Dari ratusan obat yang kami sita sebanyak 80 biji pil Tramadol dan 50 paket Eximer, akan kami serahkan ke dinas terkait,” jelasnya.

Dadang memaparkan, jika kegiatan dilakukan karena banyak laporan masyarakat yang resah atas penjualan obat terlarang tersebut, sehingga sudah merajalela.

“Banyak laporan masyarakat tentang peredaran obat Tramadol dan Eximer yang sudah merajalela, dan mereka menjual obat tersebut di toko obat yang berkedok toko permainan dan toko kosmetik, sehingga harus ditertibkan,” tegasnya. 

Dia juga menjelaskan, bahwa obat tersebut sangat berbahaya berdasarkan pernyataan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

“Ternyata obat tersebut digunakan untuk penyembuhan orang gila, dan harus pakai resep dokter. Jadi jika dikonsumsi berlebihan, maka akan membahayakan syaraf otak,” ucapnya. 

Sementara ituz Ketua KNPI Kecamatan Jonggol, Doni Maulana sangat mendukung atas penindakan dan pemberantasan obat-obatan yang dapat merusak generasi muda tersebut. 

“Kami sangat mendukung atas prnibdakannya, karena dampak dari obat tersebut nemang sangat membahayakan, dan bisa merusak generasi bangsa,” katanya.

Dia berharap, agar kedepannya tidak ada lagi toko-toko obat yang menjual obat Tramadol dan Eximer khususnya di Wilayah Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor.

“Semoga peredaran obat terlarang ini tidak ada lagi,” tutupnya.

Pewarta : Ran

Editor : Ab

You cannot copy content of this page