Apple Menang Gugatan Paten Terhadap HTC di Taiwan, HTC Diharuskan Bayar $200 Juta Kepada Apple

Apple VS HTC

POTRETTEKNO – Baru-baru ini, perusahaan teknologi terkemuka Apple memenangkan gugatan paten terhadap HTC, produsen smartphone asal Taiwan. Gugatan paten ini berkaitan dengan teknologi penguncian layar pada perangkat iPhone yang dianggap telah dicuri oleh HTC.

Gugatan paten antara Apple dan HTC telah berlangsung sejak tahun 2010. Pada saat itu, Apple mengajukan gugatan paten terhadap HTC di Amerika Serikat, dengan tuduhan bahwa HTC telah mengambil dan menggunakan teknologi penguncian layar iPhone tanpa izin. Pada tahun 2012, Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC) memutuskan bahwa HTC telah melanggar dua paten Apple dan memerintahkan HTC untuk menghentikan impor dan penjualan beberapa produknya di AS.

Namun, HTC tidak menyerah begitu saja. Perusahaan tersebut mengajukan banding terhadap keputusan tersebut dan berusaha untuk membatalkan paten yang dipegang oleh Apple. Namun, upaya tersebut gagal dan pada tahun 2013, ITC memutuskan bahwa HTC tetap melanggar dua paten Apple yang dilindungi hukum.

Akhirnya, pada tahun 2023, Apple memenangkan gugatan paten terakhirnya terhadap HTC. Gugatan ini dilakukan di Taiwan, tempat asal HTC. Apple mengajukan gugatan ini pada tahun 2019 dengan tuduhan bahwa HTC telah menggunakan teknologi penguncian layar pada produk-produknya yang dilindungi oleh paten Apple.

Putusan pengadilan Taiwan memerintahkan HTC untuk membayar kerugian sebesar $200 juta kepada Apple dan menghentikan produksi dan penjualan produk-produk yang melanggar paten Apple. Apple menyatakan kepuasannya atas putusan tersebut dan menyebutnya sebagai kemenangan bagi hak cipta dan inovasi teknologi.

Dengan kemenangan ini, Apple telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan segan-segan untuk melindungi hak cipta dan inovasi teknologinya dengan cara yang tegas. Ini juga menjadi peringatan bagi perusahaan teknologi lainnya untuk tidak sembarangan mengambil dan menggunakan teknologi milik orang lain tanpa izin.

You cannot copy content of this page