Hasil Mediasi Dengan Warga, Dealer Honda Citeureup Janji Bertanggungjawab Soal Dampak Banjir

CITEUREUP I POTRETBOGOR.ID-Melalui mediasi antara pihak Dealer Honda Kirana Motor Indo Jaya dengan sejumlah warga Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, yang sebelumnya terdampak banjir oleh proyek milik Dealer tersebut, menghasilkan sejumlah kesepakatan.

Dalam mediasi yang difasilitasi pihak desa setempat, bahwa pihak Dealer sudah mau bertanggung jawab, dan sudah mau menyanggupi serta mengeluarkan dana untuk kompensasi kerugian materilnya.

“Pihak dealer sudah mau bertanggung jawab, sudah menyanggupi mau mengeluarkan dana untuk kompensasi kerugian materilnya,” ucap Lola (30) salahsatu warga yang rumahnya terdampak banjir, Kamis (16/3/2023).

Dia mengaku, meski semua tuntunan sudah penuhi oleh pihak Dealer Honda Kirana, namun warga meminta jika terulang kembali untuk berurusan dengan pihak owner atau pemiliknya langsung. Sebab, meski sebelumnya sudah berulang kali terjadi, tetapi tidak menemukan titik temu alaias buntu, bahkan pihak Dealer dinilai kurang kooperatif.

“Dari tuntutan warga yang terdampak banjir,  uang nominal sebesar Rp.2.500.000. Terus itu diluar laundry, dari dampak kerusakan-kerusakan rumah, ditambah sampah dan segala macam  jadi banyak juga itu kerusakannya karena pas banjir, itu air sebatas betis mata kaki,” kesalnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa awal mula kejadian rumah warga kebanjiran tersebut, dikarenakan drainase tertutup oleh puing-puing proyek pembangunan Dealer Honda Kirana, dengan alasan akan digunakan untuk melewati mobil pancang ke kontruksi pembangunan tersebut.

“Sebenarnya drainase itu sudah mati salurannya, tetapi diperparah puing-puing itu, makanya pas hujan air itu masuk kerumah saya semua, dan lagi pula  gak ada izin, pas nutup drainase itu,” ujarnya.

Sebenarnya ada 3 rumah yang terdampak banjir tetapi 2 rumah lagi berfikirnya disebabkan hujan deras dan tidak berfikir banjir tersebut disebabkan oleh puing-puing yang menutupi saluran air tersebut.

“Ada renovasi, bagian kamar atas dan sudah sebulan Dealer Honda Kirana itu sedang di renovasi, sebelumnya direvisi ya izinya kan tadinya 2017 cuman karena dia ngebangunnya baru sekarang lalu direvisi surat izinya jadi belum lama si,”jelasnya.

Sementara itu, Daenuri selaku pihak Dealer Honda Kirana menyampaikan terimakasihnya kepada pihak desa yang sudah memfadikitasi persoalan dengan warga yang terdampak banjir, akibat kegiatan pembangunan tersebut.

“Iya sudah clear, karena memang kemarin adanya musibah masalah banjir yang memang dampak adanya pembangunan kita juga. Saya juga tidak membahas yang lain-lainnya yang dulu lah ya,” kata Daenuri.

Daenuri menjelaskan, bahwa untuk tuntunan dari masyarakat yang terdampak selama ini tidak ada lagi, hanya permasalahan rumah warga yang terkena banjir tersebut.

“Tapi dari pihak si korbannya pun sudah menerima kebijakan itu, iya saya berharap masalah ini clear (Selesai),” ujarnya.

Lalu ia mengaku pihak Dealer Honda Kirana Motor Indo Jaya selalu berkoordinasi dengan pihak Binmas, RW RW, Linmas dan Karang Taruna serta sudah bertemu dengan Kepala Desa Sanja langsung.

“Saya berharap kepada teman-teman untuk bijak juga, atau menyikapi permasalah yang ada,” tuturnya.

Lanjutnya, ia mengaku pembangunan proyek rehab tersebut sekitar 1 bulan, dan sial legalitas  izin diakuinya sudah lengkap.

“Izinnya kita sudah ada, nanti kalau mau liat izinya ke kantor saja. Baik izin IMB, dan kemarin pun dari pihak Pemda sudah survei kok,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tiga Rumah warga di Kampung Sanja RT 06 RW 05,

Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, mengalami kebanjiran. Banjir diduga akibat proyek pembangunan milik Dealer

Honda yang mana sisa-sisa puing proyek tersebut dibuang ke selokan atau drainase, sehingga menyumbat aliran air.

Insiden rumah warga yang terdampak banjir tersebut, diakibatkan saat diguyur

hujan pada Pukul 17:30 WIB hingga Pukul 19:30 WIB, yang mengakibatkan air drainase tidak dapat menampung lalu

tumpah ke jalan hingga masuk ke rumah warga.(ran/b)

Editor :Abk

You cannot copy content of this page