Subsidi Mobil Listrik, Pemerintah Siap Bebaskan Bea Masuk Mobil Listrik CBU

JAKARTA | POTRET OTO – Mobil listrik di Indonesia telah banyak mendapat hak istimewa, seperti tarif pajak lebih rendah, hingga pembebasan bea masuk. Belum lagi pembebasan dari tarif PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB yang berlaku pada 2025. Namun hak istimewa itu dianggap belum cukup optimal memperbesar populasi kendaraan bermotor listrik. Karena itu, pemerintah tengah merumuskan pemberian subsidi pembelian kendaraan listrik.

Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, fasilitas pembebasan bea masuk itu diberikan kepada pabrikan mobil listrik yang sudah menaruh investasi mereka di Indonesia.  “Mereka kita kasih bebas bea masuk CBU asalkan mereka komitmen untuk bikin pabrik di Indonesia, jadi tidak asal masuk,” kata Seto saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/2/2023). 

Misalnya, kata Seto, perusahaan yang telah merealisasikan investasi mereka di dalam negeri untuk membangun pabrik dengan masa konstruksi 3 tahun. 

Pembebasan bea masuk itu, kata dia, bakal diberikan kepada perusahaan terkait selama 3 tahun mengikuti masa konstruksi pabrik nantinya.  “Tapi dengan syarat harus jadi pabriknya nanti volumenya pun kita bisa atur karena penting buat mereka untuk tes pasar, bukan berarti kita buka impor CBU seluas-luasnya,” kata dia. 

Berdasarkan data yang diterima Bisnis, Tesla disebutkan ingin berinvestasi di Indonesia jika pemerintah menerapkan pembebasan bea masuk di Indonesia, khususnya terkait dengan kendaraan listrik dalam bentuk utuh (CBU) dari China. 

Selain itu, pemerintah diminta untuk memberlakukan pembebasan bea masuk CBU kendaraan listrik dalam perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) China dan Indonesia secara dua arah atau resiprokal.

Saat ini, Tesla sedang mempertimbangkan Thailand dan Indonesia untuk rencana investasi tersebut.  Seperti diketahui, Thailand telah menerapkan bea masuk CBU dari China 0 persen yang membuat harga produk Tesla kompetitif di pasar negara tersebut. 

Sebelumnya Tesla Inc. dikabarkan mendekati kesepakatan awal untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia, seiring keinginan CEO Tesla Elon Musk untuk memanfaatkan cadangan logam bahan baku utama baterai di Indonesia.

Berdasarkan laporan Bloomberg, dikutip Kamis (12/1/2023), menurut orang-orang yang mengetahui hal ini, pabrik Tesla di Indonesia direncanakan memiliki kapasitas produksi 1 juta unit mobil per tahun. Hal ini sejalan dengan ambisi Tesla yang ingin semua pabriknya secara global mencapai kapasitas tersebut. 

Diskusi mengenai rencana investasi Tesla itu mencakup mengenai rencana untuk beberapa fasilitas di Indonesia yang melayani berbagai fungsi, termasuk produksi dan rantai pasok.  Sumber yang tak ingin disebutkan namanya menyebut bahwa kesepakatan belum ditandatangani dan masih bisa gagal.

Elon Musk dan perwakilan Tesla belum menanggapi permintaan komentar atas kabar tersebut.  Bila kesepakatan ini terealisasi, pabrik di Indonesia akan menjadi pabrik Tesla ketiga di luar pasar asalnya, Amerika Serikat.

Meskipun Indonesia menawarkan potensi 675 juta konsumen di Asia Tenggara, Indonesia dinilai sebagai pasar yang sulit bagi produsen mobil global. Sebab, penjualan mobil terbesar umumnya yang seharga di bawah US$20.000. 

Selama rapat pemegang saham tahunan Tesla pada Agustus lalu, Elon Musk mengatakan bahwa dia mengharapkan perusahaan pada akhirnya akan membangun 10 hingga 12 pabrik secara global. Produsen mobil listrik itu juga sedang dalam pembicaraan akhir untuk membangun pabrik perakitan EV di Meksiko tahun lalu.

Editor: Ab/al

You cannot copy content of this page