Legalitas Proyek Perusahaan Manufaktur di Desa Sanja Citeureup Dipertanyakan

CITEUREUP I POTRETBOGOR.ID- Legalitas kelengkapan izin perusahaan Manufaktur yang terletak di Kampung Lanbau Desa Sanja Kecamatan Citeureup, dipertanyakan. Pasalnya, perusahan yang saat ini sedang proses pembangunan tak terpampang papan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sehingga hal tersebut menimbulkan pertanyaan berbagai pihak.

Diketahui pembangunan pabrik tersebut, akan diperuntukan untuk perusahaan milik PT. Tosama yang bergerak dibidang manufaktur seperti aksesoris kendaraan mobil. Proses pemabngunnyapun sudah berjalan sekitar lima bulan.

Rama salah satu yang dipercaya mengurus terkait perizinan untuk perusahaan tersebut, saat dikonfirmasi mengatakan kepengurusna izin sedang dalam tahap proses.

“Izinnya sedang proses pak, dan Kira-kira sudah 70 persen lah pak. Karena proses upl atau ukl tinggal nunggu pengesahan saja,” katanya, Minggu (26/2/2023).

Dia juga menjelaskan, bahwa surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sedang proses dan menunggu kelengkapan datanya. Namun disinggung kaitan  progres pembangunan gedung pabrik tersebut yang masih saja berlangsung meski belum adanya IMB, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

“Semua dinas sudah mengetahui, dan dari awal memang sedang berproses. Pol PP kabupaten sampai kecamatan. PUPR melakui UPT juga semua kita udah komunikasi,” jelasnya.

Dia menegaskan, jika perusahaan sudah produksi namun IMBnya belum jadi, maka menurutnya itu menjadi persoalan. 

“Dasarnya kita sedang bantu perusahaan, biar lancar memajukan SDM untuk Desa Sanja. Memang maunya dengan kita, proyek boleh digarap oleh putra daerah dengan syarat berikut pengurusan ijinnya kita yang urus berikut beban anggarannya,” katanya.

Dia mengaku, sudah mencari modal untuk kerjaannya berikut urus ijinnya.  

“Makanya sini duduk bareng bahasnya biar jelas. Kita harus dukung  hal-hal kaya gini, dan sayaa rasa gak ada pelanggaran negatif ko. kita kooperatif kalau dengan dinas. kecuali bangunan berjalan izin tidak diurus sama sekali baru itu masalah,” katanya.

Lanjut ia menjelaskan bahwa sebelum ada kendala di Dinas terkait disebabkan pejabat-pejabat PLT yang belum ditunjuk oleh bupati, serta ada kesalahan dan kekurangan data yang mana seharusnya selesai di bulan Febuari ini. 

“kemarin memang ada kendala di dinas terkait pejabat-pejabat plt yang belum ditunjuk bupati. Dan ada kesalahan data juga yang kasih ada kekurangan. Nemang sehaarusnya bulan ini sudah jadi IMBnya,” kilahnya.

Hingga berita ini di terbitkan dari perwakilan perusahaan ataupun dari yang mengurus surat perizinan belum dapat ditemuin lagi untuk diminta keterangan lebih lanjut, terkait endala apa saja hingga pembangunan sudah berjalan  kurang lebih 5 bulan belum miliki IMB.

Sebagai informasi, keberadaan proyek tersebut berdampak pada kotornya jalan yang saat ini dikeluhkan para pengguma jalan yang melintas di jalur tersebut.(ran/b)

You cannot copy content of this page