Soal Dua Perumahan, Dewan Panggil Sentul City

BABAKAN MADANG I POTRETBOGOR.ID- Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, segera memanggil Pihak Sentul City. Hal itu berkaitan dengan adanya intruksi jajarannya yang tidak dianggap oleh pihak pengembang Dua perumahan mewah di kawasan Sentul City, usai dilakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman membenarkan bahwa pihaknya sedang mengagendakan pemanggilan terhadap pihak Sentul City. Menurutnya, pemaggilan berdasarkan adanya beberapa Cluster perumahan yang belum memiliki izin lengkap.

“Secepatnya kita akan mengundang pihak Sentul City. Ini dilakukan agar kemudian hari, pihak konsumen menjadi nyaman ketika menempati perumahan tersebut,” ucapnya, Selasa (21/2/2023).

Dia menjelaskan, bahwa pihak pengembang tersebut memang belum memiliki izin lengkap. Sehingga dipastikan akan  mengakibatkan berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

“Kita ga mau sumber PAD kita berkurang, karena pihak pengembang tidak melengkapi izin. Dan ini berlaku bukan hanya pengusaha besar atau kecil, tetapi semuanya. Karena, ini bersifat sama saja di mata hukum dan ini salah satu fungsi pengawasan kita sebagai Anggota Dewan,” ujarnya. 

Senada, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, juga mengatakan bahwa dalam pekan ini, pihak manajemen Sentul Cty akan dipanggil untuk dipertanyakan sejauh mana legalitas perizinan yang sudah dilengkapi dan sedang diproses. 

“Pekan ini akan kita panggil pihak Sentul City, terkait penemuan saat Komisi I melakukan Sidak pekan kemarin. Dan saya hanya memfasilitasi saja, agar pihak Sentul dapat mengklarifikasi ke DPRD Kabupaten Bogor, terkait sudah sejauh mana legalitas izinnya,” paparnya.

Agus menjelaskan, bahwa persoalan teesebut setelah Komisi I DPRD Kabupaten Bogor yang memfollow up mengenai penemuan hasil Sidak di Kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Kabupaten Bogor, kemarin.

“Sisanya nanti komisi I yang memfollow up permasalahan ini. Saya pastikan kejadian ini harus selesai, agar tidak ada kerugian kedepannya nanti kepada konsumen dan Pemerintah Daerah,” tutupnya.

Sebelumnya, Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di dua Perumahan yang diantaranya Perumahan Adhi City dan Perumahan Centronia Residence. Dalam Sidak tersebut, terdapat legalitas izin yang belum lengkap, sehingga terpaksa dijentikan aktivitasnya. 

“Kita dari Komisi I melakukan kunjungan didua perumahan, tujuannya agar kedepan nanti tidak ada suatu permasalahan baik dari pihak Sentul, konsumen dan masyarakat dikemudian hari,” ucap Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman, belum lama ini.

Dia menjelaskan, alasan pihaknya datang lebih dulu agar pihak Sentul aman, karena ia tidak mau nantinya malah merugikan masyarakat. Lalu ia menyebut untuk hasil dari Sidak terhadap dua perumahan tersebut, terdapat perizinan yang belum lengkap, sehingga pihaknya meminta untuk menghentikan proses pembangunan.

“Perumahan Centronia Residence ini sedang proses buat perumahan dan saat ini belum ada bangunan, makanya mereka belum memiliki IMB. Dan kita dari Komisi I mendorong untuk melengkapi izin, jika masih belum ada izinnya kita minta hentikan terlebih dahulu pembangunannya sampai izinnya keluar semua,” katanya.

Usep menjabatkan, jajarannya di Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor berencana akan membuka site plan Sentul City untuk mengecek apakah sudah direvisi atau belum oleh pengembang tersebut.

“Jadi Senin akan kita sepakat-kan dengan membuka site-plannya karena kita belum tau luas lahannya. Dan perizinan tersebut harus segera diselesaikan, karena kita tidak mau seperti kasus meikarta. Jangan sampai malah konsumen yang dirugikan,” ucapnya dengan tegas.

Senebtara itu, salah satu Kepala Devisi Land Perizinan Sentul City, Sejuk Karyanto menyampaikan kalau dirinya sudah menyampaikan adanya site-plan R21 yang rencana akan dibangun dengan nama Centronia Residence.

“Kami sudah sampaikan kalau site plan R21 itu ada bagian yang akan kita bangun, yang namanya sentronia. Jadi didalamnya memang sudah ada sentronia dan dulu belum sempat kita bangun sekarang, dan itu berencana akan kita kembangkan,” katanya.

Lalu dirinya juga menyampaikan kalau pihaknya akan kooperatif untuk melengkapi izin yang telah disampaikan oleh Komisi I DPRD Kabupaten Bogor.

“Terimakasih sudah diingatkan oleh Komisi I dan akan kita ikuti apa yang disampaikan oleh pak dewan, karena ga mungkin kita menghindar. Intinya kita akan kooperatif agar melengkapi izin, sebelum adanya penjualan unit,” pungkasnya.(Ran/bc)

Editor : Ab

You cannot copy content of this page