Kerusakan Jalan Industri Tarikolot Citeureup Picu Kecelakaan

CITEUREUP I POTRETINFRASTRUKTUR – Kondisi Jalan Industri Tarikolot Kecamatan Citeureup, dinilai membahayakan bagi pengendara roda dua terutama saat malam hari, karena sering kali terjadi kecelakaan. Masyarakat menganggap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, saat ini tidak perduli dengan keselamatan penggun jalan saat melintasi di jalan tersebut. 

Pasalnya, sudah hampir 5 bulan lebih jalan tersebut dibiarkan rusak begitu saja hingga saat ini, sehingga sering kali pengendara hampir mengalami kecelakaan disebabkan tidak fokus terhadap jalan rusak tersebut. 

“Itu jalan rusak karena dibongkar pas mau betonisasi jalan dari jembatan kanisatex sampai pabrik wakol, padahal kan waktu itu jalan yang di betonisasi gak sampai kesitu,”ujar Boti salah satu warga sekitar, Kamis (16/2/2023). 

Menurut keterangan dari beberapa warga sekitar, para pengendara sering kali hampir terjatuh dari motor disebabkan terkejut sewaktu melewati jalan tersebut ternyata rusak. 

“Kalau pas hujan itu pengendara hampir mau jatuh karena ngerem motor tiba-tiba soalnya pengendara itu kaget pas mau lewat jalan itu terus liat,”ucapnya

Warga sekitar minta Dinas terkait untuk memperbaiki atau merawatnya, sehingga dikemudian hari tidak membahayakan bagi pengendara yang melewati di jalan tersebut. 

“Tau ini dari Dinas asal bongkar aja, gak di betulin lagi sampe jalannya rusak gitu,” keluhnya.

Soal ini, UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IX Cileungsi, Aep saat dikonfirmasikan melalui telepon whatsappnya mengatakan bahwa perawatan jalan tersebut sudah dilaporkan dan masih menunggu turunnya anggaran.

“Kita sudah laporkan ke atasan terkait perawatan jalan Tarikolot, dan sekarang menunggu anggaran turun,” kata Aep.

Pihaknya menjelaskan, bahwa dari pihak desa meminta untuk di boxaper yang  disebabkan adanya banjir di lokasi tersebut. 

“Itu yang di bongkar, tadinya akhir pekerjaan betonisasi buat opritannya, terus dari pihak desa minta untuk boxaper. Jadi betonisasi yang mau ke akhir dialihkan ke pasangan bokaper, karena permintaan desa dikarenakan banjir di lokasi tersebut,” tukasnya. (Rn/b)

Editor : Ab

You cannot copy content of this page