Timbulkan Kebisingan, Aktivitas CV. Platinum Primoris Dikomplain Warga Cileungsi

CILEUNGSI I POTRETBOGOR.ID – Warga di Kampung Tengah RT.007 RW.004, Desa Cipeucang Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengeluhkan keberadaan CV. Platinum Primoris. Pasalnya, keberadaan perusahaan yang memproduksi baja tersebut kerap membuat bising, sehingga menganggu kenyamanan lingkungan.

Salah satu warga di wilayah setempat berinisial S (50), mengatakan jika suara mesin potong baja yang berasal dari balik tembok pabrik yang berlokasi berdekatan rumahnya, kerap menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu istirahat warga sekitar. 

“Suara bising tersebut terdengar hingga ke dalam rumah warga. Saya dan beberapa warga lainnya sangat terganggu, terlebih untuk anak kecil (balita),” katanya Rabu (8/2/2023).

Menurutnya, akibat keberadaan perusahaan tersebut, warga sekitar hingga kini mengaku tidak nyaman dengan suara bising saat produksi yang ditimbulkan pihak perusahaan. 

“Kalau dirumah lagi istirahat suka terganggu lah kalau tidur siang, apalagi buat anak kecil, kaget-kagetan melulu oleh suara keras dari pabrik,” Papar warga inisial (S) yang merasa terganggu. 

Ia mengatakan hingga saat ini kurang lebih 9 tahun, warga mengaku hanya mendapat kebisingan. Menurutnya, sebelum adanya perganti CV dan Produksi, tidak seperti saat ini. Selain itu, perizinan perusaahaan tersebut juga turut disorot.

“Dulunya tidak berisik begini sebelum ganti produksi, setelah ganti produksi jadi berisik dan sangat menganggu,” keluhnya.

Hingga saat ini, lanjuutnya, warga mengaku tidak pernah menerima dana kompensasi dari pihak perusahaan, dan saat adanya pergantian CV juga tidak pernah diminta persetujuan lingkungan.

“Dari 2014 sampe sekarang, kami tidak pernah ada kompensasi. Kecuali mau lebaran, itupun tak seberapa roti satu kaleng, dan saat ganti CV juga kami tak pernah diminta persetujuan lingkungan,” ujarnya.. 

Masyarakat sekitar berharap pemerintah desa dan kecamatan memberi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Menurutnya, banyak hal yang dapat merugikan warga sekitar selain suara bising tersebut.

“Karena pabrik baja itu, selain bising diduga membuang limbahnya sembarangan ini sangat merugikan warga, Maka kami harap, pemerintah menutup ataupun memindahkan lokasi pabrik tersebut. Karena sangat dekat dengan pemukiman,” tuturnya. 

Dirinya juga menduga bahwa pabrik tersebut tidak memiliki izin lingkungan dan kajian lingkungan. Sehingga menimbulkan permasalahan bagi warga yang bermukim di sekitar lokasi.

“Kami meminta pemerintah dapat turun tangan menuntaskan permasalahan ini, karena kami sangat dirugikan,” Ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT 07 Romli saat dikonfirmasi wartawan melaui pesan Whatsapp menyampaikan bahwa dirinya sudah mengetahui hal tersebut. 

“Oh iya pak itu saya sudah tau dan saya sudah ajukan untuk warga,yg keberisikan mungkin sedang di proses,” Ucapnya di pesan Whatsappnya.

Selanjutnya, pihaknya menjelaskan tentang pengajuan dan proses sudah sejauh mana dari 2014 hingga kini kompensasi buat warga sekitar tidak ada ada.

“Saya baru 2 tahun menjabat, itu pun setiap hari raya berupa sembako setahun sekali untuk jompo dan janda saya yang mengajukan, ya mungkin bertahap kali ya pak,” kilahnya.

Terkait pengakuan warga yang mana mereka tidak pernah merasa dimintain persetujuan lingkungan atas berdirinya CV tersebut, belum bisa menjelaskan secara gamblang.

“Ya saya tahu, dan saya juga gak tinggal diam. Orang tua saya sendiri juga sering menanyakan itu, soalnya rumah orang tua saya tuh gak jauh dari CV. Platinum,” tukasnya.(Ran/b)

Editor : Ab

You cannot copy content of this page