Protein Shake, Cara Konsumsi dan Memilih Sesuai Kebutuhan

JAKARTA | POTRET SEHAT – Jika Anda sedang berencana melakukan diet, mungkin Anda bisa memasukkan protein shake menjadi salah satu daftar asupan makanan. Untuk mengetahui apa itu protein shake dan bagaimana cara mengkonsumsinya, simak di sini ya.

Apa Itu Protein Shake?

Protein adalah nutrisi penting untuk meningkatkan metabolisme tubuh, menghilangkan lemak, membentuk otot dan menurunkan berat badan. Salah satu jenis protein yang bisa dikonsumsi adalah suplemen protein shake.

Dilansir dari Healthline, mengonsumsi protein shake adalah cara mudah untuk menambahkan protein ke dalam menu diet Anda. Banyak orang membuktikan bahwa suplemen ini membantu penurunan berat badan.

Protein shake ini berupa suplemen bubuk kering yang dicampur air untuk diminum. Anda bisa mendapatkannya di supermarket atau toko online.

Manfaat Konsumsi Protein Shake
Dilansir dari MyProtein, ada sejumlah manfaat konsumsi protein shake yang bisa Anda dapatkan.

1. Membantu Pertumbuhan Otot
Protein shake digunakan sebagai bahan bakar untuk membantu membangun jaringan otot. Tentunya otot dapat dibentuk dengan dibarengi latihan beban. Latihan beban tanpa asupan protein yang cukup justru akan rusak secara perlahan-lahan. Jika otot terbentuk, maka kekuatan otot pun ikut bertambah.

2. Menurunkan Berat Badan
Protein shake membantu menurunkan berat badan. Protein dapat memperlambat proses pencernaan sehingga Anda tidak cepat lapar. Hal ini mengurangi pola makan berlebih. Ditambah dengan olahraga teratur, maka kalori dan lemak Anda akan terbakar.

3. Mempertahankan Massa Otot
Protein mampu mencegah Anda kehilangan massa otot. Orang yang mengonsumsi suplemen protein cenderung tidak akan cepat kehilangan jaringan otot di masa tua.

4. Mempercepat Pemulihan
Olahraga tentu membuat Anda kelelahan. Tubuh perlu istirahat untuk memulihkan kembali otot-otot yang digunakan latihan. Protein membantu tubuh Anda memulihkan diri dari kelelahan.

5. Meningkatkan Metabolisme Tubuh
Protein shake dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan demikian, lemak dapat mudah terbakar.

6. Rasanya Enak
Protein shake adalah cara instan mendapatkan kandungan protein dengan rasa yang enak. Cukup dengan menambahkan air atau dicampur dengan minuman lainnya. Anda pun bisa membawanya ke tempat kerja.

Jenis Protein yang Digunakan Sebagai Protein Shake
Ada beberapa jenis protein yang digunakan sebagai protein shake, antara lain sebagai berikut.

1. Protein Whey
Protein whey memiliki karakteristik cepat diserap, berbahan dasar susu, dan mengandung sembilan asam amino esensial.

2. Protein Kasein
Protein kasein dapat diserap tubuh secara perlahan, berbahan dasar susu, dan menyediakan semua asam amino esensial.

3. Protein Kedelai
Protein kedelai merupakan protein nabati yang menawarkan semua asam amino esensial, ditambah isoflavon kedelai yang dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan.

4. Protein Rami
Protein rami juga termasuk nabati yang mengandung semua asam amino esensial, kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6, serta memiliki kandungan arginin yang tinggi.

5. Protein Beras
Protein nabati ini memiliki kandungan asam amino lebih rendah pada esensial lisin.

6. Protein Kacang Polong
Protein kacang polong bisa menjadi alternatif protein nabati yang rendah alergi daripada protein kedelai dan whey. Kandungan asam amino lebih rendah pada esensial sistein dan metionin.

Namun kebanyakan merek protein shake tidak hanya mengandung satu jenis protein. Produsen telah mencampur kandungannya, misalnya susu protein whey dan kasein agar bisa memberikan efek langsung namun membuat sintesis otot lebih lama.

Cara Mengkonsumsi Protein Shake
Dilansir dari coachmag.co.uk, cara mengonsumsi protein shake yang paling mudah adalah dengan mencampurnya dengan air lalu diminum. Namun ada cara lainnya yang bisa Anda lakukan, misal mencampurkan dengan cairan beraroma seperti susu atau air kelapa dan mencampurnya untuk smoothie buah.

Biasanya, produsen protein shake menyarankan penyajian sekitar 30 gram satu porsi. Waktu yang tepat untuk meminumnya ialah setelah berolahraga, yaitu ketika otot sangat membutuhkannya.

Bagaimana Memilih Protein Shake yang Sesuai Kebutuhan?
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, berikut ini beberapa tips bagaimana memilih protein shake yang sesuai kebutuhan.

  • Untuk tujuan pertumbuhan otot, pilih bubuk protein dengan nilai biologis tinggi, seperti protein whey dan isolat whey.
  • Untuk menurunkan berat badan, konsumsilah protein shake tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya. Jangan memilih yang mengandung asam amino karena bisa memperbesar otot dan menambah berat badan.
  • Bagi vegetarian, jangan memilih protein shake berbahan dasar susu seperti whey dan kasein. Anda bisa pilih protein kedelai, kacang polong, rami.
  • Bagi penderita diabetes, jangan memilih bubuk protein dengan kadar gula dan karbohidrat tinggi.
    Penderita penyakit ginjal bisa memilih protein shake yang memiliki kandungan protein rendah, sekitar 10 hingga 15 gram per porsi.
  • Penderita masalah pencernaan harus memilih bubuk yang tidak mengandung gula laktosa, pemanis buatan, atau dekstrin/maltodekstrin. Jika memiliki alergi gluten, jangan memilih bubuk yang mengandung gluten.
  • Terakhir, pilih protein shake sesuai dengan dana yang Anda miliki.

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Untuk Membangun Otot?
Besarnya protein yang dibutuhkan untuk membangun otot tergantung pada besarnya kalori yang Anda butuhkan. Dilansir dari Healthline, kebutuhan protein ini biasanya diukur dalam ukuran gram protein harian per berat badan.

Umumnya, besaran protein untuk membentuk otot adalah 1 gram protein per pon atau 2,2 gram per kg berat badan. Penelitian lain memperkirakan kebutuhan protein minimal yaitu 0,7 gram per pon atau 1,6 gram per kg berat badan.

Apakah Protein Shake Aman Dikonsumsi dalam Jangka Panjang?
Memang protein shake terbukti banyak manfaatnya. Namun apakah protein shake aman dikonsumsi jangka panjang? Dilansir dari sfgate.com, mengonsumsi protein shake tidak menunjukkan risiko kesehatan yang signifikan.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa protein shake hanya suplemen dan tidak bisa menggantikan makanan utama. Jika Anda hanya mengonsumsi protein shake tanpa makan makanan bergizi, justru dapat menimbulkan masalah.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, gangguan pencernaan, mual, kembung, sakit kepala, kelelahan, atau interaksi negatif dengan obat-obatan tertentu.

Nah itulah tadi penjelasan mengenai apa itu protein shake yang merupakan suplemen protein bubuk instan. Telah kita ulas bagaimana cara mengonsumsi dan memilihnya sesuai kebutuhan. Semoga bermanfaat.

Editor: Al/al

Sumber: detikhealth

You cannot copy content of this page