Jokowi Cabut Pembatasan Covid-19, China Alami Lonjakan Kasus

JAKARTA | POTRET INFO – Presiden Joko “Jokowi” Widodo secara resmi membatalkan pembatasan Covid-19 pada hari Jumat, hampir tiga tahun setelah diberlakukan setelah pandemi pada tahun 2020.

Presiden mengatakan keputusan yang ditunggu-tunggu itu didasarkan pada penurunan kasus baru yang stabil dalam 10 bulan terakhir, meskipun beberapa ahli memperingatkan terhadap tindakan drastis apa pun selama musim liburan dan di tengah laporan munculnya varian baru Covid-19 yang menyebabkan lonjakan kasus di China.

“Setelah mencermati dan mempertimbangkan perkembangan saat ini, di mana kita mencermati angka-angka selama 10 bulan terakhir, pemerintah hari ini memutuskan untuk mencabut PPKM tersebut,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, menggunakan singkatan dari Community Level. Larangan.

Keputusan pemerintah tersebut tertuang dalam memo Mendagri, yang tidak lagi membatasi mobilitas orang atau membatasi pertemuan publik.

“Namun, saya meminta seluruh elemen masyarakat di seluruh tanah air untuk tetap berhati-hati dan waspada,” tambah Presiden.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu, mengatakan pandemi Covid-19 akan segera menjadi endemik, di mana penyakit ini masih sering terjadi namun terbatas pada daerah-daerah tertentu.

“Sudah lebih dari setahun [jumlah kasus baru Covid] mencapai plateau. Menurut kriteria WHO, situasi saat ini berlangsung selama 12 bulan, yang terjadi sekarang adalah endemik,” kata Airlangga di sela-sela sambutannya.

Indonesia telah mencatat 6,7 juta kasus Covid dan lebih dari 160.500 kematian sejak pandemi dimulai.

Presiden mengklaim berhasil mengendalikan pandemi dan ekonomi nasional bertahan di bawah apa yang disebut kebijakan ‘rem dan akselerator’.

Jokowi mengatakan rasio kasus terhadap penduduk 1,7 banding satu juta dan positivity rate 3,35 persen per minggu.

Dari semua kasus yang dikonfirmasi, tingkat kematian hanya mencapai 2,39 persen sementara hanya 4,79 persen yang memerlukan rawat inap.

“Semua angka ini mengalahkan standar WHO,” kata Jokowi.

Meski tidak ada larangan, masyarakat harus tetap memakai masker saat berkumpul, terutama di dalam ruangan, dan mendapatkan vaksinasi Covid-19, tambahnya.

Editor: Ab/Alf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page