Warga Desa Songgom Brebes Geruduk Kantor Desa, Ini Penyebabnya

BREBES I POTRETDESA – Warga di Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes Jawa Tengah, menggeruduk kantor desa setempat. Mereka mendesak Pemerintah Desa setempat, segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahun 2022, yang dituding tidak jelas.

Mereka membentangkan poster bertuliskan desakan agar BLT DD segera dicairkan. Kemudian meminta agar mencopot Kades dan operator desa, serta adanya tranparansi dana-dana lainnya.

Aksi masa sempat memanas, mendorong pintu pagar, namun berhasil diredam aparat kepolisian Polres Brebes.

“Kami ke sini menuntut kejelasan dana BLT yang tidak jelas,’’ kata salahsatu pendemo, S kepada wartawan 

Dia menuturkan, sejauh ini penyaluran BLT terhitung hanya 5 kali dari yang seharunya 12 kali dalam satu tahunnya. Hal itu akibat ulah permainan yang diduga dilakukan oknum pejabat setempat. 

“Kami dan warga lainnya, juga menuntut Kades dan operator desa yang diduga  menggunakan dana tersebut, untuk bertanggung jawab meminta maaf secara terbuka,” ujarnya.

Kordinator aksi, Tasori menjelaskan jika aksi warga tersebut lantaran BLT DD yang tak kunjung dibagikan. Sehinga membuat warga di desa ini, meluapkan kekesalannya dengan mendatangi kantor desa.

“Aksi warga itu lantaran dana BLT DD yang diketahui sudah dicairkan, namun tidak dibagikan kepenerima. Meski saat ini ada beberapa tahap yang telah dibagikan, itu lantaran ada desakan warga” kata Tasori.

Tasori membeberkan, ada 5 tahap dari 220 orang KPM yang seharusnya menerima.

Menurutnya, masyarakat menuntut bukan saja anggaran BLT DD, namun juga anggaran- anggaran lainnya yang sejak tahun 2020 hingga 2022 yang di anggap tidak jelas.

“Dari tahun 2020 hingga 2022, ternyata banyak sekali anggaran yang tidak direalisasikan. smsalah satunya dana padat karya dan pembangunan atap tempat sampah,” keluhnya.

Sementara atas permintaan warga, Kades Songgom, Sahuri bersama operator desa sempat menemui warga di luar pagar untuk meminta maaf, sayangnya masa yang cenderung emosi menuntut turun, sehingga petugas yang mengawal aksi segera meminta kades dan operator untuk kembali masuk ke ruang balai desa.

Ditemui awak media, Sahuri selaku Kades Songgom menjelaskan terkait persoalan tersebut, akibat adanya keterlambatan penyaluran dana BLT DD ke penerima manfaat (KPM),  namun ia mengaku keterlambatan tersebut masih dalam masa Tahun 2022.

“Inikan akhir tahun yang seharusnya sudah diselesaikan, dan dalam proses pembagian yaitu yang ke 7 dan yang ke 12,” jelas Sahuri.

Ia mengaku keterlambatan pembagian lantaran keteledoranya, tidak terkontrol dan terkoreksi dengan teliti pada proses penyaluran di desanya.

“Jadi disitu saya gak kekontrol dan gak koreksi. Kalau operator menyalahgunkan anggaran, dia mengambil dana BLT tanpa sepengetahuan saya, dan ada tanda tangan fiktif, saya tidak merasa menandatangani tetapi dana bisa dicairkan,” terangnya.

Sahuri juga mengaku menggunakan dana BLT tersebut satu kali, namun di katakannya untuk menutupi kebutuhan proyek, dan itupun diakuinya sudah  dikembalikan.

“Sudah dikembalikan langsung pada saat itu,” tutuonya 

Sementara itu, operator Desa Songgom, Singgih juga membantah jika semua itu atas dasar kepentingan pribadi. Menurutnya, ia melakukan atas dasar perintah kadesnya.

“Saya disuruh, waktu itu kebutuhan mendadak pak kades, tapi saya mengakui ada tanda tangan yang di dempul (Fiktif- red) dan itu saya di suruh pak kades,” akunyq.

Singgih juga beberkan terkait dana yang selama ini belum tersalurkan, lantaran digunakan untuk kepentingan pemerintah desa. Dana yang tidak disalurkan di tahap 7 itu di alihkan ke kebutuhan PPKM, yang dipakai pak kades.

“Dana tahap selanjutnya, mohon maaf kalau bisa jangan di exspos, katanya  digunakan untuk orang brebes,” beber Singgih yang enggan menyebut nama orang tersebut.(iwo/Ab)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page