Pusyansos GNK Cileungsi, Tampung Anak yang Bermasalah Dengan Hukum

CILEUNGSI I POTRETKESEHATAN – Keluarga mana yang mengharapkan anaknya berurusan dengan hukum, namun begitulah adanya. Pusat Pelayanan Sosial Griya Bina Karsa (PPSGBK) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, yang berlokasi di Jl. Raya Cileungsi – Jonggol KM.4 Kabupaten Bogor, saat ini sedang menampung sekitar 46 anak yang bermasalah dengan hukum. 

Kepala UPTD PPSGBK, Dra. Anna Ellyana Dahlya yang didampingi oleh Kasubag TU Lili Sadili bersama 15 petugas lainnya, menjelaskan bahwa PPSGBK yang memiliki luas bangunan sekitar 1,5 Hektar, berdiri diatas lahan seluas 2,8 Hektar, dengan tenaga sejumlah 41 orang, mampu menampung sekitar 65 anak yang bermasalah dengan hukum. Mereka dengan rentang usia 18 tahun kebawah, memiliki layanan khusus Rehabilitasi anak berhadapan dengan hukum yang sudah mendapatkan putusan pengadilan. 

“Dalam menjalankan rehabilitasi anak, kami bersinergi dengan Dinas Sosial, Lapas, Bapas, LPKA, Kejaksaan, Kepolisian dan masyarakat. Alhamdulillah dan terimakasih, saat ini kami akan dibantu oleh RSJMM bila menemukan kasus anak yang bermasalah dengan kesehatan jiwa, didalam maupun diluar PPS kami,” katanya.

Menurutnya, itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Kepala PPSGBK Cileungsi Bogor, saat menerima petugas dari Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RSJ.Dr.H. Marzoeki Mahdi (PKJN-RSJMM) Bogor, yang beralamat di Jl.Dr.Sumeru No.114 Bogor 16111, saat bertandang ke PPSGBK, guna menggelar kegiatan advokasi kesehatan jiwa masyarakat.

“Tujuannya adalah untuk menjalin kerjasama, dan sinergi dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan jiwa bagi anak serta permasalahannya,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Iyep Yudiana, sebagai penanggung jawab lintas sektor dan integrasi di PKRS PKJN-RSJMM, yang di dampingi oleh Andriati Ginting, memaparkan profile dan layanan yang ada di RSJMM serta menjelaskan teknis kerjasama layanan kesehatan jiwa anak yang bisa dilakukan.

“Mulai dari pelaporan penemuan kasus,  konsultasi masalah kesehatan jiwa anak, rujukan kasus anak yang susah ditangani, jaminan pelayanan kesehatan yang bisa di akses, serta koordinasi bila ada kasus lapangan yang butuh penanganan darurat langsung ke IGD PKJN-RSJMM,” terangnya.

Tak kalah serunya, sesi diskusi dan tanya jawab dari seluruh peserta yang hadir, bertubi-tubi melontarkan pertanyaan, yang mengganggap masalah kesehatan jiwa sangat penting bagi penghuni dan petugas PPSGBK Cileungsi.

“Kerjasama ini sangat menguntungkan kita, karena bisa konsultasi dan koordinasi serta langsung merujuk langsung, bila ditemukan kasus dengan masalah kesehatan jiwa,” tukasnya.(b)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page