Anggota Dewan Bogor Timur Dorong Akses Pertanian Jadi Prioritas Pembenahan

 

CARIU I POTRETINFRASTRUKTUR-Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Daerah Pemilihan (Dapil) Dua, Achmad Fathoni mendorong adanya pembangunan yang dilakukan pihak Pemerintah Desa yang salahsatunya akses pertanian. Hal itu seperti yang ada di Kampung Cilaya Desa Bantarkuning.

Di desa ini, ternyata petani memiliki kendala terkait akses jalan menuju lahan pertanian. Sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk membawa bibit, pupuk, hasil panen dan aktifitas sehari-hari dalam mengolah lahannya.

“Iya, petani di Kampung Cilaya Desa Bantarkuning ini, ternyata petani memiliki kendala terkait akses jalan menuju lahan pertanian,” ucap Fathoni.

Fathoni yang merupakan politisi PKS ini menjelaskan, penambahan anggaran untuk ini, diakuinya mungkin bisa dari salah satunya melalui Dana Aspirasi atau Pokir pihaknya  pada 2024 mendatang.

“Jadi sangat diperlukan sekaili peran pemerintah l, untuk membantu mereka membuatkan akses jalan yang bagus. Sehingga meningkatkan produktifitas dan memangkas biaya produksi pertanian,” paparnya.

Sebagai wakil rakyat yang membidangi lingkungan hidup ini, mencontohkan jika salah satu upayanya dengan mendorong anggaran untuk membangun jalan usaha Tani yang cukup denga volune lebar 1,5 meter. 

“Karena, dizaman modern saat ini, sebagian besar petani menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi,” ujarnya.

Lahan pertanian mereka meliputi sawah maupun lahan perkebunan, yang biasanya berada di perbukitan, dan sebagian merupakan lahan perhutani yang diijinkan digarap masyarakat melalui LMDH.

“Saya yakin kondisi ini juga sama terjadi di banyak desa launnya, seperti di wilayah kecamatan Cariu, Sukamakmur dan Tanjungsari juga di kecamatan lain yan sejenis,” katanya.

Pihaknya berharap dorongan program anggaran untuo askes pertanian tersebut bisa diprioritaskan kedepannya. Karena, pihaknya saat ini masih melihat pihak desa yang masih konsentrasi di daerah pemukiman, dan belum di akses lahan pertanian.

“Saya sudah diskusikan ini dengan staf bagian Sarpras di Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan untuk mendapat data-data wilayah mana saja yg sangat membutuhkan perbaikan akses ini,” tutupnya.(b)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page