Duh…Semrawut Fly Over Cileungsi, Bukti Tak Seriusnya Pemerintah?

CILEUNGSI I POTRETBOGOR.ID– Semrawutnya fly over Cileungsi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL), dan lapak lainnya, dinilai Presidium Bogor Timur, bukti tidak seriusnya Pemerintah setempat maupun Daerah (Pemda) dalam menata dan mengawasi permasalahan yang sudah sangat klasik tersebut.

“Kalau kesemrawutan itu sudah lama. Jadi, itu tinggal kesungguhan eksekutif saja dalam melaksanakan eksekusinya,” kata Ketua Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rana, kepada Potret Bogor, Kamis (22/12/2022).

Alhafis menjelaskan, penanganan kesemrawutan fly over Cileungsi merupakan bukti kurangnya koordinasi antar dinas terkait, termasuk pihak Kecamatan. Bahkan, kesemrawutan itu tak akan terjadi bila tidak ada langkah konkrit dari jajaran eksekutif dalam menangani masalah yang dikeluhkan banyak warga.

“Masalahnya tak hanya merusak pemandangan kota, namun  juga menimbulkan kemacetan dan bau tak sedap dari sampah-sampah yang bergelimangan di beberapa titik sudut kawasan tersebut,” ucapnya.

Pihaknya juga kerap mengkritisi terhadap eksekutif dalam sarannya, agar segera mengambil tindakan yang persuasif, dan dialog yang kontinyu untuk mencari jalan keluar soal masalah ini.

“Harus ada tindakan nyata bukan sekedar kata-kata,” terangnya.

Dia juga meminta agar Camat Cileungsi, dapat menata kawasan Flyover atau jembatan layang yang menjadi ikon wilayah tersebut. Pasalnya, sejauh ini meski sudah beberapa kali berganti jabatan camat, namun hingga kini belum adanya tindakan nyata yang dapat dilakukan dalam menangani persoalan tersebut.

“Gak ada good Will dari stakeholder atau beberapa instansi terkait,” ujarnya.

Dia menegaskan, dalam persoalan ini Camat harus memiliki good will dan komitmen yang kuat untuk membangun dan menata wilayah sesuai kapasitas dan otoritas yang ada. 

“Masa gak gerah lihat kesemrawutan, kumuh, kotor, dan macet. Idealnya, pemimpin harus punya visi perbaikan sesuai panca karsa membangun Bogor yang berkeadaban. Jadi, kalau semrawut gitu, dimana peradabannya untuk diwariskan ke generasi masa kini dan yang akan datang,” tambah Alhafiz.

Soal ini, Camat Cileungsi Adhi yang dikonfirmasi hal ini menyebutkan jika permasalahan ini sudah masuk dalam tahap proses penataan bersama pihak dinas terkait Kabupaten Bogor. “Sedang dalam proses penataan dengan pihak pemda pak,” singkatnya. (b)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page