Pekan Ini, Rapat Solusi Pemindahan TPU Nagrak Digelar

GUNUNG PUTRI I POTRETHUKUM-Sejumlah OPD di Kabupaten Bogor hingga pihak Kecamatan, Pemdes serta warga, akan menggelar rapat musyawarah penyelesaian pada finalisasi solusi pemindahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Nagrak Kecamatan Gunung Putri, yang sebelumnya terimbas proyek Tol Cimanggis -Cibitung (Cimaci). 

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) pertanahan pada DPKPP Kabupaten Bogor, H.Eko, usai dihubungi Potret Bogor, Minggu (11/12/2022). 

“Minggu depan Insya Allah kita rapatkan untuk finalisasi solusi penyelesaiannya,” ucap Eko.

Eko menjelaskan, rapat finalisasi dalam mencarikan solusi pemindahan lahan makam TPU tersebut, dihadiri DPKPP, BPN, Muspika Gunung Putri, Pemdes Nagrak hingga warga.

“Semoga ada jalan terbaik,” tutupnya.

Sementara itu, Mira selaku pihak P2T BPN Kabupaten Bogor pada bidang pembebasan tanah, malah mengalihkan persoalan tersebut pada pihak desa setempat.

“Maaf, bapak dapat informasinya yang kurang tepat mengenai hal tersebut. Silakan konfirmasi ke Pemerintah Desa Nagrak saja,” ujar Mira.

Dilain tempat, Camat Gunung Putri, Didin Wahyudin menjelaskan jika sebelumnya sudah adanya peninjauan lokasi terkait calon-calon lahan untuk pemindahan laham TPU tersebut.

“Kamis di minggu kemarin, saya bersama  Pemdes dan DPKPP, sudah tinjau calon-calon lahan untuk pemindahan makam. Untuk selanjutnya, kita tunggu tindaklanjut dari DPKPP guna dilakukan musyawarah lagi,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah Tokoh Masyarakat dan Warga di Desa Nagrak Kecamatan Gunung Putri, mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam hal ini BPN, DPKPP dan Camat untuk segera menyelesaikan persoalan pemindahan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah desanya yang sebelumnya terimbas proyek Tol Cimanggis-Cibitung (Cimaci).

Pasalnya, meski sudah ada kesepakatan bersama warga, tokoh masyarakat , RT ,RT dan diketahui Kepala Desa dan Camat, yang sudah merencanakan pemindahan lokasi tersebut. Namun terganjal persoalan oleh oknum sekelompok mafia tanah yang dari informasinya, mengaku-ngaku sebagai ahli waris di lahan TPU tersebut, dengan meminta pemindahan lahan dialihlan ke lokasi lahan milik Kota Wisata yang dinilai tidak layak dan tanpa didasari kesepakatan bersama warga.

“Sesuai hasil musyawarah bersama, kami menolak keras relokasi di lahan kota wisata itu, yang tidak layak. Sebab, lokasi bayangan atau dadakan teesebut sebelumnya tidak ada musyawarah, dan cuma dari pihak atas sepertinya ingin memaksakan kehendak,” ucap Tokoh Masyarakat Desa Nagrak, H.Sanusi , belum lama ini.

Dia menjelaskan, Kepala desa sudah jelas-jelas membuat pernyataan bahwa lahan TPU yang terimbas proyek tol cimaci ini merupakan lahan makam wakaf milik desa. Tapi, kenapa saat akan dilakukan pemindahan dan ganti rugi, dan tiba-tiba datang oknum mengatasnamakan ahli waris dengan dasar surat yang dinilai kurang jelas.

“Itu gimana ceritanya, kok bisa ujug-ujug ada sekelompok oknum yang mengaku-ngaku ahli waris di lokasi makam itu,” ucap Tokoh Masyarakat Desa Nagrak, H.Sanusi.

Dia menjelaskan, lokasi pemindahan lahan TPU yang sudah disepakati bersama yang berada di lahan milik H. Naih dan H. Amin di Kampung Nagrak Desa Nagrak  RT 01  RW 04 dengan luas 6750 meter2 dan luas 2.800 Meter2 itu, kemudian malah dialihkan ke lokasi yang berada di Kota Wisata dengan akses yang tidak jelas dan tidak layak, sehingga warga dan tokoh masyarakat tersebut, menolak keras pemindahan di lokasi tersebut.

“Sudah jelas dan disepakati ke lahan yang strategis dan layak, eh malah ada oknum mengaku ahli waris ingin mindahin ke lokasi lain yang ada di Kota Wisata, dengan areal yang tidak layak. Karena, lokasinya selain berada di pinggir sungai juga akses jalan yang sulit,” keluhnya.

Senada, Tokoh Pemuda Desa Nagrak, Abas yang menyikapi akan hal ini, juga menyatakan menolak keras atas adanya rencana pengalihan lahan dari yang sebelumnya sudah disepakati bersama, namun malah dipindahkan ke lahan areal Kota Wisata tersebut.

“Atas nama pemuda dan warga, kami menolak keras adanya pengalihan lahan makam dari yang sebelumnya sudah ada tempat yang strategis dan sudah disepakati, dengan dipindahkan ke Gang Cibodas Kota Wisata. Bukan tanpa alasan, kami tetap menolak keras ajuan pemindahan lahan diluar kesepakatan tersebut,” tegasnya.

Mereka mendesak, agar Pemkab Bogor dalam hal ini P2T selaku yang memiliki kewenangan dan kapasitas pada persoalan tersebut, untuk dapat mendengarkan aspirasi warga dan tokoh masyarakat tersebut. Dengan tetap merealisasikan lahan pemindahan makam yang sebelumnya sudah disepakati bersama tersebut.

“Pemda harus dapat mereakisasikan tuntutan warga sesuai kesrpakatan bersama. Karena jika tidak, kami kawatirkan, sesuatu yang tidak diinginmah maupun diharapkan, malah terjadi dikemudian hari,” tutupnya.

Sementara itu, pihak Desa Nagrak baik melakui Kepala Desa maupun Sekertaris Desanya, belum bisa memberikan keterangannya, meski hal itu sudah dilakukan konfirkasi berulang kali baik melalui selularnya maupun pesan wathsapnnya.(Ab) Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page