Warga Komplain, Realisasi Bansos Dianggap Tidak Tepat Sasaran?

BOGOR I POTRETDESA-Warga di Kabupaten Bogor, mengeluhkan adanya program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang diduga direalisasikan tidak sesuai aturan. 

Pada program tersebut, dari aturan yang seharusnya dibagikan tepat sasaran bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang layak, namun ditenggarai adanya dugaan permainan data yang dilakukan oknum, dengan lebih memilih orang terdekat dari pihak desa maupun data lama yang pada saat realisasinya sudah tidak sesuai.

“Yang dikeluhkan warga, bantuan hanya tersalurkan sejak Januari hingga Oktober 2022 saja. Kemudian tidak tepat sasaran, karena lebih banyak kerabat pihak desa ketimbang orang yang benar-benar layak mendapatkan,” ujar Ze (40) warga Sukaresmi Kecamatan Sukamakmur, dihubungi potret bogor, Kamis (1/12/2022).

Untuk data penerima bantuan, kata dia, meski sudah pindah dan meninggal, akan tetapi masih terdaftar dan mendapatkannya. Hal inilah yang membut beberapa warga mengaku heran dengan sistem data tersebut.

“Orang yang kategorinya layak memenuhi syarat, malah tidak menerima sama sekali.  Intinya terkesan lebih memntingkan keluarga terdekatnya,” katanya.

Bahkan,lanjutnya, bantuan yang menurut informasi diterima dari Warga Desa Sukaresmi bahwa adanya dugaan pemungutan kurang lebih 10 persen dari jumlah yang diterima.

“Katanya dipungut oleh ketua PKH atau koordinatornya, dan setelah ditanya, katanya diinstruksikan oleh pak emay selaku kesra,” bebernya.

Hal serupa juga terjadi di RW 7 Kelurahan Karangasem Barat Kecamatan Citeureup, yang mengeluhkan adanya bansos dari pemerintah, namun dinilai tidak tepat sasaran.

“Banyak yang kaya tapi dapat bantuan, sedangkan yang janda ada yang gak dapet, ini aneh datanya,” keluh Pj.

Warga berharap, pemerintah Kabupaten Bogor maupun kelurahan setempat, untuk melakukan kroscek data yang valid. Hal itu agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial pada realisasi program tersebut.

“Pemerintah harus perbaiki datanya, sidak langsung ke lokasi. Ini demi kebaikan bersama kedepannya,” ucapnya.

Soal ini, Kades Sukaresmi Dedi Suryani yang dikonformasi atas laporan warga tersebut, belum bisa memberka keteranganya.

Sedangkan Camat Citureup, Ridwan yang mendengan adanya informasi ini, mengaku akan melaporkan hal ini terhadap dinas terkait yang ada di Kabupaten Bogor.

“Iya saya minta datanya pak, arena akan kami komunikasikan dengan dinas terkait. Nanti saya koordinasikan juga dengan pihak kelurahan untuk di cek,” tukasnya.(Fal/b)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page