Selain Terbengkalai, Hasil Proyek Jalan Gunung Pancar-Leuwihejo Amburadul

BABAKANMADANG I POTRETPEMBANGUNAN –Selain terbengkalai akibat diduga ditinggal pemborong yang tidak bertanggungjawab, Proyek pembangunan Jalan Gunung Pancar-Kecamatan Babakan Madang yang berbatasan dengan Desa Cibadak-Kecamatan Sukamakmur, hasilnya amburadul. Pasalnya, dari kualitas yang sudah tampak retak-retak meski belum lama dikerjakan.

“Kualitas dari hasil pembangunanya gak bener nih, belum lama juga sudah retak-retak,” ujar Ubed (40) warga setempat, ditemui Potret Bogor, Senin (14/11/2022).

Menanggapi ini, Lembaga Pemerhati Kebijakan Penerintah (LPKP) Bogor Rayq, Rahmatullah turut prihatin atas oersoalan ini. Pihaknya mendesak agar Dinas PUPR bertanggungjawab dan membacklist pihak PT selaku pelaksana.

“PUPR harus ambil sikap bijak. Selesaikan persoalan tersebut, dan meminta agar pelaksana proyek bertanggungjawab baik persoalan peebaikan tidak menyeluruh, maupun oersoalan kualitas yang dinilai amburadul,” tegasnya 

Catatan Rakyat Bogor, proyek teesebit terkesan ditinggal pemborong. Pasalnya, proyek jalan bernilai miliaran rupiah dari APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran (TA) 2022 ini, hanya dikerjakan separuh jalan.

Pantauan di lapangan, Kondisi pembangunan jalan yang dikerjakan hanya separuh jalan ini, dikeluhkan warga dan pengguna jalan yang melintas. Sebab, kerap membuat kemacetan, lantaran harus antri bergantian.

“Ya ini kenapa dibangun cuma sebelah saja, jadinya bikin pusing, repot dan macet,” ujar Amung, salahsatu personil Linmas yang membantu mengurai kemacetan.

Amung menjelaskan, proyek yang diduga ditinggal pemborong tersebut terjadi satu bulan lebih lamanya. Iapun bersama rekan seprofesinya, terpaksa harus standby di tempat guna menghindari kemacetan parah. 

“Kalau gak dijaga untuk digilir, pasti macetnya parah,” ucapnya.

Pengguna jalan yang melintas untuk berwisata mengaku terjebak dengan kondisi jalan yang hanya diperbaiki separuh jalan tersebut. 

“Kita kejebak macet, soalnya semua kendaraan yang lewat itu hanya bisa melintas di jalan yang sudah diperbaiki. Sementara sisa jalan yang masih rusak itu, sempit dan membahayakan,” jelas Rudi (40) warga Jakarta.

Warga dan pengguna jalan pun, mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk segera melanjutkan perbaikan jalan tersebut, guna kelancaran lalu lintas warga setempat, maupun pengguna jalan yang hendak ke areal wisata.

 “Intinya, kita mendesak pemerintah daerah untuk segera merampungkan perbaikan jalan yang rusak, benahi kualitas yang tidak rapih dan sudah retak ini,” pintanya.(Nan/Ab)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page