Penertiban Bangunan DAS Cikumpeni Terkesan Molor, Kinerja Satpol PP Disorot

TANJUNGSARI I POTRETPEMERINTAH– Kejelasan penanganan bangunan liar (Bangli) di sepanjang areal Kali Cikumpeni Desa Pasir Tanjung Kecamatan Tanjungsari, dipertanyakan berbagai pihak. Sebabnya, hingga saat ini belum adanya upaya nyata dari pihak yang berwenang yakni Satpol PP selaku garda terdepan penegakan aturan.

Diketahui, puluhan Bangunan Liar (Bangli) sepanjang Kali Cikumpeni yang jelas melanggar Daerah Aliran Sungai (DAS) ini, sebelumnya diakui pihak Satpol PP sudah dilakukan peneriksaan para pemilik bangunan, dari Delapan bangunan liar atas pelimpahan data pihak DPKPP Kabupaten Bogor 

“Satpol PP maupun pihak kecamatan, harus kooperatif untuk melakukan penyelesaian pada penanganan bangli disepanjang areal kali Cikumpeni, hingga adanya penataan,” kata Aktivis Sosial dan Kepemudaan Bogor Timur, Romi , kepada Potret Bogor, Rabu (9/11/2022).

Sebab, kata dia, sebelumnya pihak Satpol pp setempat dan pihak desa menyatakan jelas bahwa bangunan tersebut liar dan melanggar. Sehingga, jika dibiarkan begitu saja akan berdampak buruk terhadap citra kinerja pemerintahan.

“Kalau berhenti di tengah jalan dan didiamkan begitu saja , berarti kinerja mereka apa. Karena bagaimana mau ada penertiban terhadap puluhan bangli itu, kalau untuk penanganannya saja terkesan saling lempar tanggungjawab dan banyak alasan. Sehingga terkesan lambat, dan belum bisa melakukan penyelesaian,” tegasnya.

Dia mendesak, untuk pihak kecamatan setempat hingga Satpol PP Kabupaten, tidak membiarkan masalah tersebut berlarut-larut. Sebab, sesuai Perda dan aturannya saja jelas melanggar, dan harus dilakukan tindakan penertiban. 

“Kenapa hingga saat ini terkesan dibiarkan mengulur-ulur waktu, dan membuat kalangan bertanya-tanya,” tutupnya.

Sementara itu, Kasi Gakda Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Budi mengaku masih memeriksa satu orang pemilik dari yang sebelumnya Delapan orang pemilik yang ada 

“Masih tahap pemeriksaan pemilik. 7 orang dari 8 pemilik sudah diperiksa, senentara 1 orang belum dikarenakan faktor usia. Tapi kita akan lakukan jemput bola untuk dilakukan peneriksaan dengan mendatangi lokasi yang bersangkutan,” ujarnya.

Disinggung kapan realisasi penataan bangli tersebut, Agus belum bisa memberikan keterangannya lebih lanjut. Pihaknya hanya menjelaskan jika proses peberyiban setelah pemeriksaan dan teguran ke Tiga selesai.(Fal/Ab)

You cannot copy content of this page