Berulang Kali Sampah di Jembatan Cariu Dibersihkan, Esoknya Kembali Menumpuk

Berulang Kali Sampah di Jembatan Cariu Dibersihkan, Esoknya Kembali Menumpuk

CARIU I POTRETBOGOR.ID– Kendati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor melalui UPT Kebersihan jonggol, kerap merespon persoalan sampah liar di wilayah kerjanya. Namun, sampah liar tersebut tetap saja kembali menumpuk usai dilakukan pengangkutan. Salahsatunya, Jembatan di Kecamatan Cariu.

Berdasarkan informasi warga maupun pengguna jalan, Jembatan tersebut kerap dijadikan sasaran pembuangan sampah oleh warga yang tidak bertanggungjawab.

Pengangkutan sampah yang tampak berserakan dan menyebar luas tersebut, dilakukan setelah sempat menjadi sorotan masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.

“Jembatan itu sering dijadikan tempat pembuangan sampah. Memang sama petugas kerap diangkut, tapi setelah itu numpuk lagi,” ujar Toni (40) pengguna jalan yang kerap melintas di jalur tersebut, kepada Potre Bogor, Rabu (9/11/2022).

Senada, Penerhati Sosial Bogor Timur, Sabil mengaku prihatin atas persoalan sampah tersebut, dan  menyatakan keprihatinannya atas persoalan sampah liar di Kabupaten Bogor, khususnya wilayah Timur. Dimana, sampah liar menumpuk di sejumlah lokasi Jembatan di Kecamatan Cariu, Jalan Cikuda-Kecamatan Cileungsi, hingga di aliran Sungai Cikumpeni Kecamatan Tanjungsari.

“Kami meminta pemerintah untuk tegas, dan segera melakukan antisipasi dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) sampah yang didalamnya melibatkan unsur Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Kecamatan, Pemerintah Desa dan juga masyarakat,” tegas Sutaji.

Pihaknya yang merupakan warga Bogor Timur ini, mengaku jika permasalahan sampah liar memang menjadi persoalan pelik dan seakan tidak pernah ada ujungnya. Sehingga perlu dibentuk Satgas Sampah untuk menyapu bersih sampah liar, sekaligus mengawasi serta menindak pelaku pembuang sampah.

“Saran saya terkait permasalahan sampah liar seperti di wilayah timur ini, bentuk Satgas sampah yang terdiri dari masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) dan Satpol PP, untuk membersihkan sampah, menjaga dan memantau siapa saja pelaku atau oknumnya,” jelasnya.

Dijelaskan Sabil, polemik ini berawal dari kesadaran yang rendah dari masyarakat, tidak peduli dan masa bodo. Ditambah lagi pihak kecamatan, desa dan Satpol PP yang menjadi instrumen pemerintah, dinilai kurang tanggap dan sigap.

“Maka muncullah persoalan lengkap sudah masalah sampah ini, tidak akan selesai. Dampaknyapun bisa dirasakan, seperti bau yang menyengat, belum lagi dampak lainnya,” paparnya.

Iapun menegaskan, jika didapati oknum warga membuang sampah di tempat yang terlarang, maka harus ditangkap tangan untuk diberikan hukuman semisal denda uang 500 ribu atau disanksi membersihkan semua sampah yang ada, hingga hukuman fisik seperti push up dan lainnya.

“Ini semua agar ada efek jera bagi pelaku yang tidak bertanggungjawab itu,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala UPT Kebersihan Wilayah Jonggol, Heri menjelaskan jika  sampah yang ada di jembatan sudah diangkut. Petugas diterjunkan ke lokasi untuk menyisir sampah-sampah yang ada,” singkatnya.

Sebagai Informasi, jembatan penghubung antar wilayah Cariu dan Tanjungsari dan Jonggol, berubah fungsi. Pasalnya jembatan tersebut malah dijadikan tempat sampah, oleh warga yang tidak bertanggungjawab. Padahal, papan plang larangan yang sudah terpampang di areal lokasi tersebut, tidak menjadikan jaminan bebas sampah.(Fal/A)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page