Soal Kasus Calon Kades Singasari, DPMPD dan Camat Diminta Koperatif

Eka Prasetya : Sekjen LSM Penjara DPC Bogor Raya

JONGGOL I POTRETBOGOR.ID-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Bogor, terkesan tak mau menanggapi soal dugaan kasus salahsatu calon Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Singasari Kecamatan Jonggol, yang sebelumnya gugur karena merasa dijegal.

Hal itu terlihat dari sikap Kepala Seksi (Kasi) Aparatur Desa, Awan yang dikonfirmasi hal ini, belum bisa memberikan penjelasannya secara mendetail. Pihaknya hanya menyarankan agar kewenangan tersebut ada pada pimpinanya.

“Mohon maaf, langsung saja konfirmasi ke pak kadis. Karena saya sudah menyampaikan ke pimpinan, dan nanti pimpinan saja yang menjawab,” ucap Awan, usai dihubungi Potret Bogor, Minggu (9/10/2022).

Tak hanya itu, surat pengaduan resmi yang dilayakan pihak LSM Penjara pun, diakuinya belum bisa menanggapinya. Pihaknya mengaku, selain baru neberima surat tersebut, juga masih menunggu disoisisi dari pimpinannya.

“Belum pak, kan kemarin suratnya baru masuk ke saya. Saya juga nunggu disposisi dulu,” jelasnya.

Sedangkan Kepala DPMPD Kabupaten Bogor, Renaldi yang dihubungi via selularnya tidak aktif.

Sementara itu, Sekjen LSM Penjara Bogor Raya, Eka Prasetya menyayangkan akan hal ini. Pihaknya mengaku akan terus mengawal kasus tersebut, hingga benar-benar mendapatkan keadilan, sesuai dengan Pasal 242 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana  (“KUHP”), barang siapa dalam keadaan di mana undang-undang menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian. 

“Jadi, bilamana dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, maka diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Selain menggugat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Singasari-Kecamatan Jonggol, salah satu calon yang merasa dijegal juga melaporkan persoalan yang dialaminya ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Bogor.

Hal ini dikatakan Ketua DPC Bogor Raya LSM Penjara, Romi Sikumbang, bahwa berdasarkan konfirmasi langsung kepada ketua panitia Asep Rahmad yang mengaku dirinya tertekan oleh desakan dari berbagai pihak dalam memutuskan berkas Edi Suryadi tidak ada sehingga mengakibatkan Balon Kades Edi Suryadi terpaksa mencabut berkas.

“Jika Ketua Panitia Pilkades saja merasa tertekan ketika proses itu berlangsung maka jelas sudah proses itu tidak sehat dan ini menjadi pertanyakan besar, ada apa sebenarnya? siapa yang bermain,” kata Romi.

Dia mengaku, jika calon kades yang merasa dijegal, dari pengakuannya sudah jelas memiliki kelengkapan administrasi. Akan tetapi, kehendak berkata lain, dam malah dinyatakan oleh pihak panitia Pilkades tidak ada.

“Kuat dugaan ini permainan kotor yang ingin menjegal salah satu calon, agar tidak diikut sertakan dalam kontestan pilkades, dan ini harus diungkap siapa dalangnya, sehingga masyarakat tahu dan jelas kebenaranya,” tegasnya Romi.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page