Romi Sikumbang : Selain Digugat, Panitia PAW Pilkades Singasari Kami Laporkan ke DPMPD

JONGGOL I POTRETBOGOR.ID-Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pemilihan Antar Waktu (PAW) Desa Singasari Kecamatan Jonggol, selain digugat melalui jalur hukum oleh salahsatu calon yang merasa dijegal. Persoalan ini juga akan dibawa ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Bogor. Hal ini dikatakan Ketua LSM Penjara Bogor Raya, Romi Sikumbang, kepada potretbogor.id, Kamis (6/10/2022). 

Tokoh yang memang rutin melakukan advokasi terhadap masyarakat yang memang memerlukan bantuan untuk mendapatkan keadilan ini, mengatakan jika berdasarkan konfirmasinya, bahwa panitia desa mengaku tertekan oleh desakan dari berbagai pihak dalam memutuskan berkas  Edi Suryadi. Kemudian dinyatakan tidak ada, sehingga mengakibatkan Balon Kades tersebut, terpaksa gugur.

“Jika Ketua Panitia Pilkades saja merasa tertekan ketika proses itu berlangsung, maka sudah jelas sudah proses itu tidak sehat. Ini menjadi pertanyakan kami, dan ada apa sebenarnya?, siapakah yang bermain?,” ucap Romi kepada Potret Bogor, Kamis (6/10/2022).

Dia mengaku, jika calon kades yang merasa dijegal, dari pengakuannya sudah jelas memiliki kelengkapan administrasi. Akan tetapi, harapan berkata lain, dan malah dinyatakan oleh pihak panitia, bawa berkas tersebut  tidak ada.

“Kuat dugaan, ini permainan kotor yang ingin menjegal salahsatu calon, agar tidak diikut sertakan dalam kontestan pilkades. Ini harus diungkap siapa dalangnya, sehingga masyarakat tahu dan jelas kebenaranya,” tegasnya Romi.

Selain itu, jika memang ketua panitia dan jajarannya ada yang mengintervensi, atau mendoktrin dari luar kepanitiaan, pihaknya mengagap bahwa panitia tidak sehat dan tidak sah. Karenanya, panitia pasti sudah memiliki aturan tersendiri, maka aturan itu yang diterapkan, dan bukan intervensi ataupun desakan dari luar yang tidak bertanggung jawab.

“Ini malah mendengarkan desakan dan intervensi orang luar, sehingga kepanitiaan ini tidak sehat dan kami anggap tidak sah,” ucapnya.

Disisi lain, lanjut dia, calon yang merasa dijegal tersebut memiliki nilai paling baik atas kelengkapan admnistrasi. Namun sayangnya, karena ketua panitia tidak bisa mengambil sikap, dan dugaan kurang pengetahuan dalam pemahaman soal Pilkades, sehingga satu Balon Kades Singasari jadi korban.

“Atas kejadian ini, kami akan surati ketua panitia beserta instansi terkait, untuk meminta kejelasan proses penyeleksian Balon Kades di Desa Singasari. Dan sejauh mana, Jurdil dan transparan dilaksanakan oleh mereka,” paparnya

Romi menerangkan, jika memang ditemukan indikasi kepanitian tidak adil dan syarat politik, sehingga proses penyeleksian Balon kades tidak adil, pihaknya selaku penerima kuasa Edi Suryadi, akan melakukan upaya hukum untuk menggugat panitia Pilkades PAW Desa Singasari.

“Kami selaku penerima kuasa dari Edi Suryadi, akan melakukan upaya langkah  hukum untuk mengugat Panitia. Karena dengan kejadian ini, Edi Suryadi dinilai telah dirampas haknya, dan mengalami kerugian, baik itu tenaga, waktu dan materi ,” imbuhnya

Pihaknya meminta Dinas terkait, kususnya DPMPD Kabupaten Bogor, untuk dapat turun langsung mengaudit panitia Kecamatan dan Panitia Desa PAW Desa Singasari, guna memastikan keindependensian pihak ketua dan jajajaran.

“Jika ditemukan pelanggaran, maka kami minta panitia diganti dan dibubarkan. Kemudian dilakukan seleksi ulang dengan panitia yang baru, dan secara otomatis peroses yang sudah berjalan tidak sah dan dibatalkan,” tutupnya.(Fal/A)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page