Panitia Desa dan Kecamatan Beda Pendapat, Satu Orang Calon Kades Jadi Korban?

JONGGOL I POTRETBOGOR.ID- Proses pendaftaran Bakal Calon Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Desa Singasari Kecamatan Jonggol, dituding janggal. Hal itu dikatakan Edi Suryadi yang sebelumnya sempat mendaftarkan diri kepada pihak panita.

Bahkan, pihaknya merasa dijegal dan harus menelan pil pahit kegagalan untuk melaju kembali ke pencalonannya pada Pilkades Singasari untuk saat ini.

“Panitia Pilkades menyatakan dengan tiba-tiba salah satu berkas persyaratan administrasi saya, ada kekurangan. Sehingga dengan terpaksa, saya mencabut berkas pencalon kades,” kata Edi, kepada potretbogor.id, Rabu (5/10/2022).

Menurut dia, kejadian ini setelah dipenghujung penutupan pendaftaran, dan diduga secara sepihak panitia desa dan Panitia Kecamatan yakni pada hari Kamis (29/9/2022) lalu menyatakan berkas tidak lengkap.

“Bakal Calon (Balon) Kades Singasari Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Jawa Barat Edi Suryadi dinyatakan gagal melaju sebagai peserta calon kades Singasari dalam Pilkades PAW tahun 2022,” kata Edi menirukan pernyataan panitia.

Dia menyebut, waktu itu sekitar tanggal (14/9/2022), pada saat menyerahkan berkas yang dimaksud, ia sempat mempertanyakan ulang kepada ketua Panitia, bahwa masih adakah berkas miliknya yang kurang, karena jika masih ada yang kurang ia akan masih punya waktu untuk melengkapinya sebelum ditutup masa waktu pendaftaran.

“Waktu dipenghujung penutupan pendaftaran, panitia bilang semua sudah komplit. Nah, ini jadi aneh dan pertanyaan buat saya, dan ini ada apa? ” ucapnya.

Edi menjabrkan, saat jelang hari H penutupan batas waktu penerimaa berkas admintrasi, ia dipanggil oleh pihak panitia menyatakan salah satu berkas yaitu surat izin dari Pembina tidak ada, sehingga dengan dengan terpaksa ia dianjurkan untuk menarik berkas, dan panitia saat ini sudah menetapkan 3 calon Kepala Desa Singasari yang terdaftar

“Atas kejadian itu saya merasa dirugikan, dan hak saya dirampas dengan alasan panitia yang tidak jelas,” katanya.

Seharusnya, lanjut dia, dari awal pihak panitia menyampaikan jika memang berkasnya ada yang kurang, namun setelah mau penutupan dan penetapan calon, baru dilakukan pemberitahuan.

“Jadinya saya terkesan tidak diberi waktu untuk melakukan perbaikan,” kekuhnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa dengan adanya kerugian dan haknya dirampas hingga merasa dijegal oleh panitia,  ia meminta pada pihak panitia mengulang pendaftaran dan meminta ganti rugi pada panitia.

” jika hal ini tak digubris saya akan melakukan upaya hukum. Saya minta panitia mengulang waktu pendaftaran atau menganti rugi kerugian,” jelasnya.

Soal ini, Ketua Panitia PAW Pilkades Singasari, Asep Rahmad membenarkan adanya kejadian tersebut, bahwa adanya pencabutan berkas yang dilakukan oleh Edi Suryadi yang sebelumnya mendaftar pilkades.

“Betul pak, pada Hari Kamis Tanggal (29/9/2022) Edi Suryadi mencabut berkas pencalonanya sebagai kades, karena salah satu berkas yang tidak lengkap,” terang Asep.

Asep menjelaskan, bahwa pihaknya selaku Ketua Panitia Pilkades Singasari, sebenernya ingin memberikan waktu kepada Edi Suryadi untuk melengkapi berkas tersebut, namun karena tekanan dari berbagai pihak, makanya hari itu  harus menutup batas waktu pemberkasan balonnya.

“Sebenernya kami panitia desa Ingin memberikan tenggang waktu pada Edi Suryadi, untuk melengkapi berkas yang kurang. Tapi, saya dapat tekanan dari berbagai pihak dan  tidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya.

Asep juga mengatakan, bahwa sejak awal,  panitia sudah menyeleksi berkas Edi Suryadi dan tidak ada yang kurang, namun ditengah perjalannya, panitia kecamatan berpendapat lain.

“Menurut panitia kecamatan, bahwa Surat Masa Persiapan Pensiun (MPP) Edi Suryadi yang dilampirkan dalam berkas pendaftaran Balon Kades, tidak berlaku. Tapi, kami panitia desa menilai itu sudah cukup sebagai pengganti surat izin dari pembina, karena beberapa bulan lagi sudah pensiun,” paparnya

Dengan adanya hal ini, pihak panitia desa mengaku dilema, karena jika hal ini menjadi persoalan serius antara salahsatu calon yang meminta penambahan waktu pendaftaran calon kades, dan sudah ditutupnya waktu pendaftaran.

“Kami jadi dilema, calon Edi Suryadi meminta ulang pendaftaran, sedangkan penetapan calon sudah disahkan,” tukasnya. (Hom/A)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page