Polisi Ungkap Kasus Perdagangan Orang Berkedok Yayasan di Ciseeng

CIBINONG I POTRETBOGOR.ID-Satuan Reskrim Polres Bogor, berhasil melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan mengamankan terhadap pelaku berinisial SH.

Pengungkapan berhasil dilakukan berkat penyelidikan yang di lakukan oleh  jajaran Sat Reskrim Polres Bogor, terkait adanya laporan dugaan perdagangan anak di wilayah Kecamatan Ciseeng.

“Dalam pengungkapan tersebut seorang pelaku berinisial SH berhasil kita amankan,” ungkap Kapolres Bogor AKBP Dr. Iman Imanuddin, dalam konferensi persnya, yang di gelar di Aula Sanika Satyawada Polres Bogor, (Rabu (28/09).

Dalam melakukan aksinya, kata AKBP Iman, pelaku ini bermodus dengan cara  mengiming-imingi atau mengumpulkan para ibu hamil yang tidak memiliki suami, melalui media sosial dengan berbalut Yayasan Ayah sejuta anak. 

“Kemudian ibu-ibu hamil ini di tawarkan untuk melakukan persalinan, dan setelah proses persalinan anak yang dilahirkan akan di serahkan kepada orang yang ingin  mengadopsi anak tersebut,” terangnya.

Adapun proses adopsinya sendiri, itu di lakukan secara ilegal dan orang yang mengadopsi tersebut, kemudian dimintai uang sebesar  Rp.15 juta rupiah dari setiap satu orang anak yang di adopsi. 

“Dari pengungkapan ini, kami juga berhasil menyelamatkan 5 orang ibu hamil yang sedang menunggu kelahiran dari tempat penampungan mereka,” paparnyam

Dan saat ini, kelima orang ibu hamil tersebut sudah diserahkan ke dinas sosial Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk diberikan perlindungan dan penanganan sampai dengan yang bersangkutan melahirkan anaknya.

“Sementara itu satu orang yang sudah di adopsi secara ilegal atau dijual oleh pelaku ke wilayah Lampung, juga berhasil kita selamatkan dan saat ini anaknya tersebut diserahkan ke dinas sosial kabupaten bogor,” jelasnya.

Saat ini tersangka sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh sat Reskrim Polres Bogor, dan pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap dugaan jaringan yang lainnya 

“Kepada tersangka, dipersangkakan dengan pasal 83 junto pasal 76 huruf F undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002, tentang perubahan anak dengan ancaman pidana minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dan denda minimal 60 juta maksimal 3 milyar rupiah,” tandasnya.(Ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page