Beredar Surat Pungutan Siswa, Kepsek Benarkan Hal Itu

CIBINONG I POTRETBOGOR.ID-Beredar surat rencana pembangunan pagar pengaman di lingkungan sekolah, yang membebankan biaya tersebut terhadap wali siswanya. Pihak SDN Tarikolot 1 yang terletak di Kelurahan Nanggewer Kecamatan Cibinong, membenarkan hal itu. Edaran surat tersebut, diakuinya hanya sebatas mengetahui dari pihak komite selaku pencetus kebijakan.

Dari surat edaran yang tersebar melalui grup wathsap wali siswa, tertera bahwa pembangunan pagar pengaman sekolah tersebut, membutuhkan besaran biaya sekitar Rp.21 Juta. Dari kebutuhan tersebut, tercatat setiap siswanya harus membayar Rp.60 ribu berlaku dari kelas 1 hingga kelas VI, dengan jumlah keseluruhan siswa sebanyak 350 anak. Bahkan, surat tersebut ditandatangi langsung Kepala Sekolah dan Komite.

“Betul adanya edaran kesepakatan tersebut, tapi saya hanya mengetahui saja. Soal yang mengatur anggaran dan kesepakan itu komite yang urus,” kata Kepsek SDN 1 Tarikolot Cibinong, Rupiati, ditemui wartawan, Jumat (23/9/2022).

Menurut Rupiati, inisiatif ini murni dari pihak komite sekolah, dikarenakan kondisi sekolahnya yang kerap menjadi incaran maling, dan hal itu sudah terjadi beberapa belakangan ini. Kemudian berkaitan dengan dana BOS, diakuinya sangat terbatas, jika harus mengandalkan untuk biaya pembuatan pagar sekolah.

“Ini karena kondisi darurat saja. Saya sudah mengajukan hal ini ke Disdik, tapi belum di realisasi, dan ada sinyal juga nanti di 2023. Sedangkan kondisi ini darurat, karena tidak serta merta bisa diandalkan dari dana BOS. Dari kondisi ini, maka muncul insiatif seperti surat edaran yang sudah menyebar ke wali murid tersebut,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Komite SDN 1 Tarikolot Cibinong, Ustad Ali Nuridin membenarkan hal ini. Iapun beralasan sama, karena kondisi keamanan sekolah yang rawan maling, dan hal itu sudah sering terjadi. 

“Benar adanya rencanan sumbangan pembuatan pagar sekolah tersebut untuk pengaman, karena kondisi darurat,” terangnya.

Ali Nuridin membeberkan, dalam surat edaran tersebut sudah berdasarkan hasil rapat bersama wali siswa, dan ditandatangani oleh komite, yang diketahui kepala sekolah setempat.

“Itu sudah ada kesepakatan bersama bagi yang mampu, dan kepala sekolah hanya mengetahui saja,” ucapnya.

Salahseorang wali murid yang enggan disebut namanya, mengaku heran dengan adanya sumbangan yang mengikat tersebut. Menurutnya, sumbangan itu seharusnya sukarela, dan tidak mematok nominal yang sudah dicantumkan dalam surat edaran tersebut.

“Yang namanya sumbangan itu kan sukarela, tapi ini kenapa dipatok setiap siswa dan seperti diwajibkan,” tanyanya.

Ia menuturkan, jika memang pemerintah sudah menggratiskan biaya untuk wajar 9 tahun dengan dana Biaya Operasiaonal Sekolah (BOS), namun anggaran tersebut kenapa tidak bisa mengcover.

“Buat apa ada dana BOS, kalau pihak sekolahnya saja masih melakukan pungutan biaya,” tanyanya.

Sekedar informasi, dalam surat edaran yang tersebar tersebut, tercantum 5 poin yang diantaranya :

1) Terbentuknya struktur organisasi Komite SDN 1 Tarikolot Cibinong, masa bakti 2022-2024

2) Telah disetujui perencanan pembuatan pagar sekolah, dengan penggalian dana personil dari wali siswa kelas 1 hingga VI dengan kesepakatan siswa dikenakan partisipasi biaya Rp.60.000,-, dengan mekanisme pembayaran, bisa dicicil selama 2 bulan terhitung September hingga Oktober 2022.

3) Ada keringanan bagi orang tua siswa bagi yang memiliki anak lebih dari satu, maka pembayarannya hanya 50 persen.

4) Waktu pengerjaan paling lambat bulan Desember 2022

5) Rincian penggunaan dana sebesar Rp.20.000.000,-  yang terera dalam surat tersebut dengan ditandatangai pihak sekolah dan komite, tertanggal 17 September 2022.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page