LSM Penjara Laporkan Proyek Jalan Bojong-Ligarmukti Ke BPKP Kabupaten Bogor

KLAPANUNGGAL I POTRETBOGOR.ID-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) DPC Bogor Raya, melaporkan sejumlah temuan proyek peningkatan jalan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor. Pasalnya, proyek senilai Milyaran rupiah dari APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggran (TA) 2022 yang dikerjakan CV.Delapan Saudara tersebut, dinilai janggal. 

Laporan tersebut ditujukan terhadap  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ) Kabupaten Bogor, dengan tembusan Kejaksaan Negeri Cibinong, PLT Bupati Bogor, Inspektoran Kabupaten Bogor, dan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bogor.

BPKP yang merupakan Lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan ini, didesak untuk mengaudit dan mengevaluasi sejumlah proyek pemerintah yang tengah berjalan saat ini, yang salahsatunya proyek Jalan Bojong-Ligarmukti Klapanunggal.

“Benar kami laporkan kasus ini, besok suratnya diantar ke BPKP Kabupaten Bogor. Dari laporan ini, kami minta dengan tegas pihak BPKP mengaudit lantaran adanya indikasi tidak sesuai fakta di lapangan,” kata Sekjen LSM Penjara DPC Bogor Raya, Eka Prasetya, kepada Potret Bogor, Senin (19/9/2022).

Selain itu, pihaknya juga meminta jika  ditemukan pelanggaran agar pihak CV. Delapan Saudara selaku pelaksana untuk tidak diikutsertakan kembali pada pelelangan proyek dikemudian hari atau di backlist. Ia juga minta pihak PUPR selaku penyelenggara, agar bertanggungjawab atas dugaan pelanggaran tersebut.

“Kami akan terus laporkan kasus ini hingga mendapat perhatian serius dari Pemda Bogor,” tegas Eka.

Informasi yang dihimpun, adapun point yang dilaporkan tersebut, diantaranya diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai RAB, diduga berdasarkan Investigasi langsung di lapangan yang belum genap seminggu sudah terjadi keretakan atau patah, diduga pelaksana proyek menggunakan penghematan biaya, diduga pengawas di lapangan tidak menjalankan fungsinya, diduga kontraktor tidak paham menganalisis kontur tanah dan tidak mampu membaca hasil topografi, dimana hal tersebut sangat dibutuhkan sebelum mengerjalan proyek.

Sebelumnya diberitakan, terkait proyek Jalan Bojong-Klapanunggal di Kecamatan Klapanunggal, yang ditenggarai adanya keretakan meski belum lama dikerjakan. Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Dua Kabupaten Bogor, Adi Suwardi meminta agar pihak penyedia jasa pada proyek tersebut bertanggungjawab memperbaiki.

Proyek peningkatan jalan Bojong –Ligarmukti- Cibodas di Kecamatan Klapanunggal, dikerjakan oleh CV.Delapan Saudara sebagai Konsultan pengawas PT.Nasuma Putra dengan nilai proyek sebesar Rp 3.495.390.000,-. dengan lama waktu pengerjaannya 150 hari, dimulai tanggal 17 Juni 2022 yang diselenggarakan Dinas PUPR dengan sumber anggaran APBD Kabupaten Bogor.

Terkait hal ini, Pihak CV.Delapan Bersaudara melalui Saepul tak dapat memberikan keterangannya saat dikonfirmasi wartawan. Begitupun dengan Sekertaris Daerah (Sekda) Burhanudin juga belum bisa memberikan tanggapannyasaat dihubungi melalui selularnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page