Penanganan Pasar Citeureup Terkesan Jalan di Tempat?

CITEUREUP I POTRETBOGOR.ID– Penanganan masalah penataan Pasar Citeureup yang berlokasi di Desa Citeureup-Kecamatan Citeureup, terkesan jalan di tempat. Hal itu terlihat belum adanya respon tindakan nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, yang salahsatunya terkait keberadaan jalan yang disulap menjadi lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

Kepala Desa Citeureup, Marwan Hermawan mengatakan pihaknya hanya menanyakan kepastian realisasi, dan ketegasan dari para pemangku kebijakan untuk adanya penataan. Karena sejak beberapa bulan terahir, diakuinya belum adanya penampakan.

“Yang diperlukan itu realisasi. Bukan hanya survei, tapi mana kenyataannya,” kata Marwan, Rabu (14/9/2022).

Pihaknya menjelaskan, jika intansi terkait yang ada di Kabupaten Bogor, mau serius dalam menanganani persoalan di Pasar Citeureup, pastinya saat ini sudah adanya tindakan yang diharapkan warga.

“Kalau serius itu itungan beberapa hari sudah ditindak. Tapi ini sudah berbulan-bulan dan sudah ada pertemuan dengan beberapa pihak, tidak juga ada penampakannya,” jelasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi IV, Teguh Widodo menyarankan agar hal ini dikonfirmasikan terhadap dinas terkait. Bahkan, pihaknya menginformasikan jika sudah adanya survei oleh Sekertaris Daerah (Sekda).

“Mangga yang ini bisa ditanyakan juga ke dinas terkait atau ke Sekda. Karena, infonya Sekda Burhanudin sudah survei,” singkatnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Burhanudin yang dikonfirmasi melalui selularnya belum bisa memberikan keterangannya, atas konfirmasi wartawan terkait hasil survei dan langkah yang akan dilakukan pihaknya.

Sebelumnya, Wakil Rakyat di Dapil I asal Citeureup ini,  berjanji akan berjuang untuk masyarakatnya terkait persoalan Pasar Citeureup. Ia juga mengaku jika warga masih terus menunggu realisasi dari kesepakatan yang sudah pernah dijanjikan manajemen PD Pasar Tohaga.

“Warga masih menunggu janji realisasinya,” kata Teguh, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan Pasar Citeureup agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bisa lebih serius. Menurutnya, persoalan Pasar Citeureup merupakan akumulasi dari persoalan yang selama ini dirasa masyarakat.

“Pasar Citeureup ini lokasi strategis, artinya dari PAD dan pajak selama ini masuk ke kas daerah cukup besar. Tapi, dari yang kita lihat puluhan tahun kondisinya masih semrawut seperti ini,” tutupnya.

Senada, Sekjen Forum Relawan Demokrasi (Foreder) Kabupaten Bogor, Aceng Sumantri juga sebelumnya menjelaskan jika ketegasan Pemkab merupakan kunci solusi penyelesaian semerawutnya persoalan di Pasar Citeureup. 

“Dinas terkait harus tunjukkan sikap dan ketegasannya. Audiensi dan pengecekan lokasi sudah dilakukan selama ini, jadi tunggu apa lagi,” tegasnya.(Ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page