Dewan Minta Pelaksana Bertanggungjawab Soal Proyek Jalan Bojong-Ligarmukti Yang Retak?

KLAPANUNGGAL I POTRETBOGOR.ID-Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Daerah Pemilihan (Dapil) Dua, meminta pihak penyedia jasa pada proyek Jalan Bojong-Ligarmukti bertanggungjawab. Hal itu lantaran adanya dugaan keretakan, pada proyek jalan milik pemerintah yang belum lama dibangun tersebut.

“Terimakasih atas infonya. Saya minta untuk penyedia jasa proyek tersebut harus bertanggung jawab,” kata H. Adi Suwardi, dalam pesan wathsappnya, Minggu (11/9/2022).

Politisi Gerindra ini mensinyalir, pastinya itu terjadi adanya kesalahan. Untuk itu, pihaknya meminta agar peran konsultan pengawas harus melaksanakan sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) nya. Karenanya, jika terjadi kesalahan yang fatal, maka itu jelas merugikan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Penyedia jasa harus ada sanksinya. Kemudian peran Dinas PUPR, juga harus berani melakulan langkah-langkah yang konkret, agar kedepannya lebih berhati-hati mengerjakan proyek APBD,” tegasnya.

Karena itu, lanjut Suwardi, anggaran proyek tersebut berasal dari uang rakyat, yang notabenenya harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Itu uang rakyat, dan manfaatnya harus dikembalikan lagi kepada rakyat,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek betonisasi peningkatan jalan Desa Bojong -Ligarmukti- Cibodas Kecamatan Klapanunggal kabupaten Bogor, diduga dikerjakan asal-asalan atau terkesan asal jadi dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hal itu terlihat dari kondisi proyek yang belum genap seminggu, namun kondisinya sudah retak atau patah.

“Hasil investigasi kami di lapangan, terlihat banyak kejanggalan, seperti dari awal pelaksanaan sampai hasil pekerjaannya. Kalau hal seperti ini tidak ditindak lanjuti oleh pihak APIP, kita akan bawa ke Aparat Penegak Hukum (APH),” kata Ativis Bogor Raya, Romi Sikumbang, kepada Rakyat Bogor, belum lama ini.

Menurut Romi, jika melihat dari fisiknya, kuat dugaan pelaksana proyek melakukan penghematan biaya. Artinya pelaksana tidak mengikuti sesuai dengan spesifikasi atau RAB, sehingga betonisasi yang baru seminggu selesai dikerjakan sudah patah atau retak-retak.

 “Kalau pengerjaannya tidak sesuai RAB, itu korupsi namanya?,” jelasnya.

Jika sampai dicairkan pekerjaan seperti ini, kata Romi, maka perlu dipertanyakan ada apa dengan PPTK dan PPK nya. Pihaknya akan memantau terus pekerjaan ini, dan jika tidak diperbaiki, maka akan bawa pesoalan ini kepada penegak hukum.

“Saya minta kepada ULP agar dibacklist atau dicoret nama CV. Delapan Saudara selaku pelaksana ini. Jadi tahun depan tidak boleh ikut lagi dalam lelang berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Saeful dari Pihak Kontraktor CV. Delapan Saudara saat dikonfirmasi melalui selularnya, belum bisa memberikan keterangan yang dilayangkan wartawan.

Seperti diketahui, Proyek peningkatan jalan Bojong -Ligarmukti Kecamatan Klapanunggal, dikerjakan oleh CV.Delapan Saudara sebagai Konsultan pengawas PT. Nasuma Putra dengan nilai proyek sebesar Rp 3495.390.000. Lama waktu pengerjaannya 150 hari, dimulai tanggal 17 Juni 2022 yang diselengarakan Dinas PUPR dengan sumber anggaran APBD Kabupaten Bogor.(Ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page