LSM Penjara Pertanyakan Aliran Dana Retribusi Truk Tambang Limestone Klapanunggal

KLAPANUNGGAL I POTRETBOGOR.ID– Retribusi lintasan truk tambang limestone di Kecamatan Klapanunggal, yang diduga tidak jelas pemanfaatnya terus disorot kalangan masyarakat hingga aktivis. Hal itu dikatakan Sekjen LSM Penjara Bogor Raya, Eka Prasetya, kepada Potret Bogor, Jumat (9/9/2022).

Informasi yang dihimpun dari para sopir, bahwa ada uang retribusi yang mereka keluarkan sebesar Rp. 100 ribu rupiah per-ritase yang dipungut oleh koperasi untuk Kerohiman lingkungan dan perawatan jalan alias uang lintas. Namun faktanya di lapangan, uang tersebut diduga tidak pernah dinikmati oleh masyarakat sekitar.

“Kami mempertanyakan uang retribusi tersebut peruntukan pemanfaatannya. Sebab, masyarakat mana yang menerima dan perawatan jalan mana yang diperbaiki,” kata Eka Prasetya.

Ia menduga, retribusi yang dipungut koperasi itu, untuk koordinasi ke beberapa instansi disekitar atau disinyalir hanya akal-akalan pihak koperasi selaku pengelola galian Limestone.

“Yang menjadi pertanyaan kami, bahwa uang retribusi tersebut masuknya kemana dan untuk apa. Apakah itu bagian dari uang koordinasi ke beberapa instansi di dikabupaten bogor, sehingga mereka tutup mata?” tanyanya.

Senada, Husin (40) salah satu sopir truk tronton tambang membenarkan adanya iuran restribusi tersebut. Menurutnya, kisaran biaya retribusi tersebut Rp.100 ribu perlintasan per ritase.

“Yah benar,  peritasenya para sopir wajib diminta bayar retribusi Rp.100 Ribu. Jadi kalau kita melintas lagi, ya bayar lagi,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan warga lainnya, Oding (45) mengaku heran jika retribusi tersebut pemanfaatnya untuk perawatan jalan. Karena diakuinya selama ini jalan tidak pernah diperbaiki.

“Contohnya jalan dari area tambang tetap masih setengah cor dan belum ada perubahan apa-apa,” katanya.

Warga lainnya, Wajerik (45) warga Klapanunggal ,mengetahui adanya retribusi sebesar Rp. 100 ribu yang ditarik oleh Koperasi dari setiap unit armada truk yang masuk ke jalur pertambangan, yang katanya diperuntukkan untuk Kerohiman, Lingkungan dan Perawatan Jalan.

“Kami minta retribusi yang untuk perawatan jalan tersebut, direalisasikan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page