Vaksin Rabies di Bogor Timur Langka, LSM Penjara Sebut Dinkes Dan Komisi IV Lalai?

CILEUNGSI I POTRETBOGOR.ID – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Bogor Raya Lembaga  Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara), Romi Sikumbang angkat bicara terkait kelangkaam Vaksin Anti Rabies yang ada di Wilayah Bogor Timur.

Kepada Potret Bogor, Romi menyebut jika kelangkaan jenis Vaksin Rabies tersebut, pihak Dinas Kesehatan hingga Ketua Komisi IV yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Dua ini, terkesan lalai terkait persoalan yang dinilai penting bagi warga yang membutuhkan.

“Masak sekelas Rumah Sakit pemerintah, seperti RSUD Cileungsi tidak menyediakan Vaksin anti Rabies. Padahal, sebelumnya  dikeluhkan oleh warga Desa Bojong Kecamatan Klapanunggal, yang mengalami kasus anaknya digigit Kucing liar beberpa waktu lalu,” kata Romi, Minggu (28/8/2022).

Menurutnya, kejadian ini adalah bukti Dinas Kesehatan dan Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, yang membidangi tentang kesehatan masyarakat terkesan lalai dalam pengawasan. slsehingga kejadian ini bisa terjadi, dan semestinya pihak teekait dapat mensosialisasikannya kepada setiap rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

“Gak Kebayang, seandainya waktu itu warga yang akan berobat sedang sekarat, dan ketika sampai Rumah Sakit maupun Puskesmas obatnya tidak ada, mungkin bisa fatal akibatnya. Oleh karena itu, Dinkes dan Komisi IV juga harus bertanggung jawab atas kejadian ini, karena sejauh mana pertanggung jawabannya dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tegasnya.

Mirisnya lagi, Tiga tempat pelayanan kesehatan jenis Rumah Sakit besar di Wilayajlh Bogor Timur, yang sebelumnya didatangi oleh korban, malah tidak bisa memberikan informasi kepada pasien, bahwa harus kemana ketika pihaknya tidak bisa memberikan pelayanan yang dimaksud agar pasien cepat dapat penanganan yang maksimal.

“Kami minta Ketua Komisi IV, harus menegur Dinkes agar memperbaiki pelayanan. Jangan sampai karena alasan jarang kasus warga yang terjangkit atau terkena rabies, sehingga di RSUD Cileungsi maupun Rumah Sakit lainnya hingga Puskesmas yang ada di Bogor Timur, tdak menyediakan,” tegasnya.

Seharusnya, lanjut Romi, Ketua Komisi IV meminta kepada Dinkes tentang regulasi bagaimana cara masyarakat agar bisa mendapatkan obat tersebut, sehingga bisa disosialisasikan oleh Dinkes terhadap masyarakat, dan tidak terlungang kembali kejadian kasus warga kesulitan ketika ada yang membutuhkan..

“Kami berharap, kasus warga kesulitan dalam mencari obat Vaksin Rabies di Rumah Sakit dan Puskeskas, baik pemerintah maupun swasta tidak terjadi lagi,” pintanya.

Untuk diketahui, sebelumnya Muad Khalim ketua Komisi IV Berjanji akan meminta Dinkes untuk menyediakan obat Anti Rabies di WilayahBogor Timur, tidak hanya disatu tempat.

“Saya akan meminta pihak Dinkes untuk mengalokasikan lagi Vaksin tersebut di Bogor Timur. Jadi bukan hanya ada Dipuskesmas Citeureup saja, tapi Puskesmas lainnya yang ada diwilayah Bogor Timur, Karena Puskesmas Citeureup bukan masuk Bogor Timur,” tukasnya.

Soal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) drg.Mike Kaltarina saat dikonfirmasi wartawan tidak menjawab.(Hom)

Editor : AB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page