142 Pasangan, Ikut Program Nikah Massal Gratis di Kabupaten Bogor

CIBINONG I POTRETBOGOR.ID- Sebanyak 142 pasangan peserta pengantin yang sebelumnya mengikuti program nikah massal, turut mengapresiasi dan mengucapkan rasa terimakasihnya terhadap pihak penyelenggara kegiatan, yakni Polres Bogor. Kegiatan berlangsung digelar di Mapores setempat, Sabtu (27/8/2022).

Adapun dalam kegiatan program ini, diikuti juga oleh pasangan pengantin termuda yakni berusia 20 tahun, dan usia tertua berusia 67 tahun dengan perbedaan usia 20 tahun.

“Giat program nikah massal ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-77 RI. Tujuannya dimana negara hadir untuk memberikan kepastian hukum kepada warga Kabupaten Bogor, dalam hal pernikahan,” ungkap Kapolres Bogor AKBP DR. Iman Imanuddin.

Nikah massal ini, kata AKBP Iman, untuk menghadirkan kepastian hukum bagi warga Kabupaten Bogor. Hal itu karena terkait dengan pernikahan tersebut, tentunya akan berdampak pada perikatan-perikatan hukum yang lainnya.

“Manfaat bagi peserta in, tentunya dapat mengikat pada kedua pasangan, hak waris, anak dan lain-lain,” tambahnya.

Adapun para pengantin ini, lanjutnya, sebelumnya mendaftarkan diri masing-masing usai menerima informasi nikah massal yang diumumkan pihak Polres Bogor. Tidak hanya untuk pasangan yang sudah menikah siri, tetapi juga diikuti oleh pasangan yang memang belum menikah.

“Kami membuka ruang mengumumkan kepada masyarakat bagi siapa saja, yang akan melaksanakan pernikahan atau sudah menikah, namun belum memiliki surat. Kami buka pendaftarannya, kemudian mereka secara mandiri mendaftarkan,” terangnya.

Pihaknya menjabarkan, terkait peserta termuda dengan usia 20 tahun tersebut,  kemudian yang paling tua yakni pasangan usia 67 tahun. 

“Tapi ada juga yang suaminya 20 tahun lebih tua dari istrinya, beraneka ragam,” jelasnya.

Pihaknya memastikan, jika legalitas pasangan yang mengikuti nikah massal ini. Hal itu diakuinya, lantaran pihak Polres Bogor sudah bekerjasama dengan PemerintahDesa, Pemerintaj Kecamatan dan Kantor Urusan Agama (KUA).

“Pengadilan juga sebelum memberikan ketetapan itu, akan memverifikasi seluruh data formil yang masuk pada pengadilan, dan gegitupun dengan pihak KUA. Jadi secara berjenjang untuk pengecekan dan verifikasi data itu, dilakukan oleh semua pihak,” jelasnya..

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten, Burhanudin turut mengapresiasi atas program tersebut. Pihaknya mengaku mendukung kegiatan nikah massal ini, karena sebagai warga negara yang baik, pernikahan juga harus terdaftar dan sah menurut negara.

“Warga negara itu bukan hanya sah perkawinannya menurut agama, tapi sebagai warga negara yang baik harus sah menurut negara. Kita ada UU perkawinan, kenapa? Karena tadi Kapolres sudah bicara ini akan terkait dengan perlindungan anak dan istri, kaitan dengan waris dan banyak hal,” tukas Burhanudin.(AB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page