Panitia HUT RI Desa Tegal Panjang Santuni Yatim dan Jompo

CARIU I POTRETBOGOR.ID-Berbagai kegiatan perlombaan sebagai hiburan rakyat, umumnya biasa diselenggarakan disetiap wilayah kota hingga pelosok desa dalam memeriahkan HUT RI. Namun ada yang beda dan unik yang dilakukan Muda- mudi yang juga panitia Agustusan ini, mereka merayakannya dengan memberikan santunan terhadap jompo dan anak yatim  di lingkungan Kampung kukun  Dua RT 14 RW 04 Desa Tegalpanjang Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor. 

Selain perlombaan umum, panitia juga mengadakan acara bedah empang dengan menaburkan 400 ekor ikan mas dan belut. Benih ikan tersebut, nantinya semua warga bisa menangkapnya secara beramai-ramai, bahkan bisa di bawa pulang untuk dimasak sebagai hidangan dirumah. Tak lupa, sebagai bentuk mengenang perjuangan kemerdekaan, panitia juga mengadakan lomba membacakan pancasila yang diikuti oleh anak-anak, dewasa, hingga orang tua. 

“Saya salut dengan gerakan anak muda yang menyelenggarakan acara penuh manfaat ini. Kita harus membangun kebersamaan dan keselarasan, mengedepankan kepedulian sosial, sinergitas antar elemen masyarakat dan pemerintah,” kata Ketua BPD Tegal Panjang, Ali, kepada potretbogor.id, Rabu (17/8/2022).

Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Rahmat Kurnia menjelaskan, Dari kemeriahan HUT RI dengan tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, dengan acara ini warga terlihat sangat antusias, dan pihak pemerintah desa pun mendampingi serta mengapresiasi acara ini. Terpantau, acara semakin malam semakin ramai, karena pembagian hadiah Dorprize dan santunan diadakan dimalam hari. 

“Acara ini menarik banyak donatur lain, yang mau memberikan bantuan untuk di bagi bagikan ke anak yatim dan jompo. Bukan hanya Satu atau Dua orang donatur, tapi Tiga sekaligus donatur yang tidak mau di sebutkan namanya, memberikan bantuan sumbangan,” Ucap Rahmat.

Terpisah, Pembina acara, Agung menerangkan jika acara ini dibuat untuk mengenang jasa para pahlawan terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan. Menurutnya, ini hanya hal kecil yang dilakukannya, karena sebelum kita (pahlawan-red) berkorban jiwa dan raga, serta tumpah darah dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Jadi sudah seharusnya kita memperingati perjuangan itu. Baik dengan mengadakan acara yang kompak, meriah, dan sosialis tentunya,”  tukas Agung.(Red)

Editor : Ab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page