Publik Kritisi Proyek Peningkatan Jalan Penghubung Dua Desa di Kecamatan Tanjungsari 

TANJUNGSARI I POTRETBOGOR.ID-Keberadaan proyek peningkatan Jalan Desa Sirnarasa-Bantar Kuning Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, patut dipertanyakan. Pasalnya, proyek yang dikerjakan penyedia CV. Fath Risky dan PT. Bina Indek Consult sebagai konsultan pengawas, dengan menelan anggaran milyaran itu, diduga dikerjakan asal-asalan.

Keterangan Tokoh Masyarakat setempat, jika pekerjaan proyek tersebut disinyalir banyak kejanggalan. Sebab pembangunan yang menelan anggaran Rp. 1.934.000.000 Miliar itu, diduga tidak sesuai spek dari kualitas jenis kontruksi, baik itu order matrial hingga galian Tebing Penahan Tanah (TPT).

“Proyek yang mereka kerjakan, diduga tidak sesuai dengan kualitas yang tertera di spesifikasi. Tidak sebanding dengan besarnya anggaran,” ujar tokoh masyarakat Desa Buanajaya, Angga, kepada Potret Bogor, Minggu (7/8/2022).

Angga menjelaskan, pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi tersebut, sudah dipantau pihaknya sejak dimulainya pekerjaan. Bahkan, banyak tahapan-tahapan yang dikerjakan kontraktor yang menyalahi aturan, dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dituangkan dalam pekerjaan,” sebutnya.

“Adanya ketidak profesionalan yang diduga dilakukan, baik pelaksana kerja hingga  PUPR, selaku tim monitoring konsultan pengawas, tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya untuk mengawasi pekerjaan. Padahal mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan pengawasan, sehingga ada kerjasama yang baik diantara mereka,” katanya.

Sementara itu, Pengawas UPT Teknik Jalan dan Jembatan X Jonggol, Aji menjelaskan, jika material yang digunakan dalam pembangunan proyek tersebut, sudah sesuai aturan dan melalui uji lab.

“Jika ada yang tidak sesuai, saya laporkan ke dinas,” jelas Aji.

Selain kualitas, kata dia, harga pun semua terpantau dari mulai harga batu dan sebagainya, seperti material pasir yang sesuai harga. Adapun pembangunan TPT volume ukurannya, kalau tidak sesuai wajib ditegur.

“Apa yang dikerjakan juga di situ, ada pelaksana, ada mandor. Tugas dari PUPR utamanya saya bertugas monitoring, karena tugas di lapangan itu ada konsultan,” tutupnya.(Jay)

Editor : AB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page