Terdampak Polusi, LSM Penjara Advokasi Masyarakat Situsari 

CILEUNGSI | POTRETBOGOR.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) akan mengadvokasi masyarakat di RT 05 RW 02 Desa Situsari Kecamatan Cileungsi, yang sebelumnya diduga terdampak aktivitas pengolahan arang kering menjadi briket milik CV.EPI. Hal ini disampaikan langsung wakil Ketua Sutaji kepada Rakyat Bogor, Rabu (29/6/2022).

“Kami akan mengadvokasi masyarakat yang terkena dampak polusi, yang diguga dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Selain itu, kami juga akan pertanyakan kepada kecamatan dan desa, dengan dasar PP mentri Nomor 78/M- DAG/PER/10/2014,” kata Sutaji.

Tak hanya itu, Sutadji juga akan membawa persoalan  ini terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baik Kabupaten maupun Provinsi, dikarenakan terkait perizinan apakah perusahaan tersebut  perlu memiliki IUI (izin usaha Industri) dan izin industri primer hasil hutan kayu (IUIPHHK), serta Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) selaku yang memiliki kapasitas kewenangan dalam bertindak, agar jangan sampai ketidaklengkapan dokumen perusahaan dan polusi tersebut menimbulkan korban dikemudian hari. 

“Hal ini harus ditanggapi oleh instansi  terkait. Kami akan pastikan pemerintah turun tangan untuk segera menyikapi permasalahan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Pihak PT.EPI melalui Yoyoh hingga Camat Cileungsi, Adhi Nugraha tak bergeming saat dikonfirmasi melalui selularnya.

Untuk diketahui, Pengakuan warga setempat,  yang rumahnya sangat dekat dengan pabrik produsen arang briket tersebut, polusi debu dari aktivitas produksi pengolahan arang kering me jadi briket milik CV.EPI yang saat ini berganti nama menjadi CV.EKO, sudah berlangsung cukup lama. Dia dan keluarganya termasuk yang terdampak dari polusi debu maupun kebisingan tersebut.

“ Kami dan warga sekitar tentu saja kebisingan, ditambah harus menghirup debu-debu yang berterbangan dari aktivitas usaha itu,” keluh warga yang enggan disebut namanya.

Lanjutnya, meski warga terdampak pernah mendatangi pabrik untuk berunjuk rasa, dan meminta mereka untuk memperhatikan kesehatan dan jenyamanan warga sekitar. Namun, keberatan yang disampaikan oleh warga terkesan tidak digubris pihak perusahaan.

“Gak ada tanggapan dan kami seperti tidak dianggap,” pungkasnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page